Pemilik Mobil Manfaatkan Perangkat Pelacak Pintar sebagai Cadangan
Penggunaan perangkat pelacak portabel seperti GPS PBX Finder semakin diminati pemilik kendaraan sebagai opsi pelacak cadangan yang ekonomis.
Admin Superspring Bogor, Adi, mengonfirmasi bahwa alat mini ini awalnya dirancang untuk melacak barang. Sistem pelacak ini termasuk dalam kategori Smart Tag atau Bluetooth Tracker.
>>> Kenali Kepribadian Seseorang dari Pilihan Tas dan Koper Travel
"Merek terkenal seperti Apple AirTag, Samsung SmartTag, atau produk pihak ketiga lainnya banyak dimanfaatkan pemilik mobil sebagai pelacak cadangan karena murah dan tanpa biaya bulanan," kata Adi kepada Kompas.
com, Selasa (16/5/2026).
Cara Kerja Perangkat Pelacak
Alat ini bekerja dengan memancarkan sinyal Bluetooth aman dalam jarak dekat secara terus-menerus.
Deteksi sinyal terjadi otomatis jika ada pengguna iPhone lain yang melintas di dekat lokasi PBX Finder.
Informasi lokasi kemudian diteruskan ke jaringan Find My milik Apple.
Penemuan alat ini sempat viral melalui video mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang mendapati alat tersebut menempel di mobilnya.
>>> OJK Tetapkan Direksi Baru BEI Periode 2026-2030, Jeffrey Hendrik Jadi Dirut
"Tanpa sepengetahuan pemilik iPhone, perangkatnya membantu mengirimkan koordinat lokasi PBX Finder ke server Apple iCloud secara terenkripsi dan anonim.
Pemilik alat dapat melihat posisi mobil melalui aplikasi Find My," jelas Adi.
Xiaomi Indonesia juga meluncurkan alat serupa bernama Xiaomi Tag pada Selasa (3/3/2026). Perangkat ini dirancang untuk memudahkan pengguna mendeteksi benda yang mudah terselip.
Adi menegaskan bahwa hanya varian Smart Tag yang beroperasi dengan basis Bluetooth. Alat ini tidak memiliki cip GPS internal atau koneksi langsung ke satelit.
"Alat ini murni memancarkan sinyal Bluetooth Low Energy (BLE). Lokasinya diketahui dengan menumpang koneksi internet dan GPS milik smartphone asing yang kebetulan lewat di dekatnya," ujarnya.
PBX Finder menggunakan baterai isi ulang.
>>> Telkom Indonesia Terbitkan Laporan Keberlanjutan 2025 Berbasis ESG
Daya tahan baterai tergantung pada intensitas pemakaian, sehingga pemilik harus melakukan pengisian daya secara berkala agar fungsi pelacakan tetap aktif.
Update Terbaru
IHSG Diprediksi Konsolidasi Jelang Rebalancing FTSE dan Keputusan MSCI
Jumat / 19-06-2026, 06:52 WIB
Set Golf Bugatti Termahal Tembus Rp1,1 Miliar, Lebih Mahal dari Corvette Baru
Jumat / 19-06-2026, 06:50 WIB
PLN Rombak Jajaran Direksi, Posisi Dirut Tetap Dipegang Darmawan Prasodjo
Jumat / 19-06-2026, 06:50 WIB
I.League Tetapkan Kompetisi Championship Musim 2026/2027 Mulai September
Jumat / 19-06-2026, 06:49 WIB
Keeway Road Falcon Meluncur di JFK 2026, Simak Simulasi Kredit dan Spesifikasinya
Jumat / 19-06-2026, 06:49 WIB
Meme TACO Trump Viral Usai Isu Gencatan Senjata AS-Iran
Jumat / 19-06-2026, 06:49 WIB
Pelni Rombak Direksi, Budi Setyawan Wijaya Jabat Direktur Utama
Jumat / 19-06-2026, 06:49 WIB
Kode Redeem FF 14 Mei 2026: Klaim Hadiah Gratis dari Garena
Jumat / 19-06-2026, 06:48 WIB
Jadwal MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno Mulai Akhir Pekan Ini
Jumat / 19-06-2026, 06:48 WIB
MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, Status Tak Turun ke Frontier
Jumat / 19-06-2026, 06:48 WIB
MSCI Soroti Enam Kelemahan Pasar Modal Indonesia dalam Laporan 2026
Jumat / 19-06-2026, 06:48 WIB
Layanan SIM Keliling di Jakarta pada Jumat, Tersedia di Lima Lokasi
Jumat / 19-06-2026, 06:48 WIB
MSCI Beri Enam Kritik untuk Pasar Modal Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 06:48 WIB
Saksi Ungkap Manipulasi Lingkaran Terdekat Jelang Kematian Diego Maradona
Jumat / 19-06-2026, 06:46 WIB






