Meritokrasi Dinilai Kunci Utama Penunjukan Dirut Danantara Sumberdaya Indonesia
Pakar manajemen sumber daya manusia (SDM) Yodhia Antariksa menilai prinsip meritokrasi harus menjadi fokus utama dalam penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Menurut Yodhia, pengisian jabatan strategis seharusnya berlandaskan integritas, kompetensi, rekam jejak, dan kapasitas kepemimpinan, bukan kewarganegaraan seseorang.
>>> 10 Tempat Sunat di Bekasi Lengkap dengan Kisaran Biaya
Ia menilai jika Luke Thomas memiliki pengalaman panjang di sektor sumber daya alam dan memahami rantai pasok ekspor komoditas, penunjukan tersebut dapat dipandang sebagai langkah menghadirkan kepemimpinan profesional di DSI.
Yodhia menjelaskan DSI akan mengelola aktivitas ekonomi bernilai sangat besar yang berkaitan langsung dengan penerimaan negara.
Pengelolaannya harus ditopang sistem yang kuat, tata kelola yang baik, pengambilan keputusan berbasis data, serta akuntabilitas tinggi.
Profesionalisme menjadi fondasi penting agar keputusan bisnis tidak dipengaruhi kepentingan jangka pendek maupun kelompok tertentu.
Praktik penggunaan talenta global telah lazim diterapkan berbagai perusahaan milik negara dan sovereign wealth fund di sejumlah negara.
>>> Biaya Operasional OpenAI Membengkak, Pendapatan Melonjak
Tata Kelola dan Sistem Kunci Keberhasilan DSI
Meski demikian, Yodhia mengingatkan kualitas pemimpin hanya salah satu faktor keberhasilan DSI.
Jika pembentukan DSI bertujuan memperkuat pengawasan ekspor dan menutup kebocoran penerimaan negara, faktor penentu utamanya adalah tata kelola dan sistem yang dibangun sejak awal.
Ia menilai desain SDM DSI harus mengedepankan meritokrasi melalui rekrutmen berbasis kompetensi dan integritas, target kinerja terukur, sistem remunerasi kompetitif, serta budaya organisasi yang transparan dan profesional.
"Keberhasilan DSI nantinya tidak akan ditentukan oleh satu orang pemimpin, tetapi oleh kualitas tim, tata kelola, dan sistem yang dibangun sejak awal," kata Yodhia.
Sebelumnya, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan pemilihan Luke Thomas dilakukan setelah mempertimbangkan rekam jejaknya di industri pertambangan dan perdagangan komoditas global.
>>> Pemilik Mobil Manfaatkan Perangkat Pelacak Pintar sebagai Cadangan
Sebelum ditunjuk memimpin DSI, Luke menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025 serta pernah menjadi Direktur sekaligus Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk. pada 2024–2025.
Update Terbaru
Akun Instagram Bruno Fernandes Diserbu Puluhan Ribu Pendukung Cristiano Ronaldo
Jumat / 19-06-2026, 07:03 WIB
Kolombia Taklukkan Uzbekistan 3-1 di Laga Perdana Grup K Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 07:03 WIB
AS Akhiri Blokade Selat Hormuz Setelah Iran Sepakati Perdamaian
Jumat / 19-06-2026, 07:02 WIB
HRC Tunjuk Mikihiko Kawase Gantikan Alberto Puig sebagai Team Manager MotoGP
Jumat / 19-06-2026, 07:02 WIB
Studi Ungkap Ciri Kepribadian yang Memicu Penghasilan Tinggi
Jumat / 19-06-2026, 07:02 WIB
Promo Superindo 5 Mei 2026: Diskon 55% dan Beli 2 Lebih Hemat
Jumat / 19-06-2026, 07:02 WIB
Saham BBCA Turun 3,19 Persen, Likuiditas Tetap Kuat
Jumat / 19-06-2026, 07:01 WIB
Akun Bruno Fernandes Diserbu Fans Ronaldo Usai Portugal Ditahan Imbang
Jumat / 19-06-2026, 07:01 WIB
Pelatih Bosnia Tegaskan Timnya Belum Menyerah untuk Lolos Fase Grup
Jumat / 19-06-2026, 07:01 WIB
Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Monas Jumat Malam
Jumat / 19-06-2026, 06:58 WIB
Marc Cucurella Resmi Bergabung dengan Real Madrid dalam Transfer Kilat
Jumat / 19-06-2026, 06:57 WIB
Harga Emas Antam dan Pegadaian Anjlok, Buyback Terkoreksi Rp39.000
Jumat / 19-06-2026, 06:57 WIB
Budi Setyawan Wijaya Resmi Jadi Direktur Utama PT PELNI
Jumat / 19-06-2026, 06:57 WIB
Al-Nassr Siapkan Tiga Pemusatan Latihan Jelang Musim Baru
Jumat / 19-06-2026, 06:57 WIB






