Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Danantara, Pandu Sjahrir, menilai kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran akan memberikan dampak positif bagi stabilitas fiskal dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kalau kita pembacaannya, kalau ini betul sudah menemukan peace, sebenarnya bagus ya.

in1

>>> Alphonso Davies Kembali Perkuat Kanada Hadapi Qatar di Piala Dunia 2026

Kita lihat dari harga minyak, kita mengharap akan ada stabilitas ekonomi yang lebih baik," kata Pandu di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis malam.

Menurut Pandu, kepastian perdamaian di Timur Tengah akan sangat memengaruhi pergerakan harga komoditas global, terutama minyak mentah.

Jika stabilitas harga minyak terjaga, hal itu diyakini akan memperkuat postur anggaran negara.

Dampak positif dari meredanya tensi geopolitik global tidak hanya berhenti pada sektor energi, tetapi juga merembet ke sektor makroekonomi secara lebih luas.

Hal ini diharapkan mampu memberikan ruang gerak yang lebih aman bagi pasar domestik.

>>> Harga iPhone 15 Turun Hingga Rp2,5 Juta di iBox per Mei 2026

"Tentunya juga berdampak positif kepada fiskal kita juga, dan tentunya nanti kepada perkembangan ekonomi. Jadi sebenarnya sih kita mengharap betul-betul dieksekusi dengan baik," ujar Pandu.

Respons terhadap Kebijakan Moneter

Selain isu geopolitik, Pandu juga merespons keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen pada hari yang sama.

Ia menyatakan Danantara akan mengikuti regulasi yang ditetapkan otoritas terkait.

Pandu menegaskan bahwa Danantara siap mendukung setiap langkah yang diambil para perumus kebijakan demi menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Pihaknya meyakini keputusan tersebut telah melalui kalkulasi matang dari sisi fiskal maupun moneter.

>>> Rupiah Melemah ke Rp17.794 Per Dolar AS di Tengah Kenaikan BI Rate

"Tentunya pasti support, mereka sudah memperhitungkan. Buat kami di Danantara sebagai pelaku ya kita, ya akan lakukanlah yang terbaik," ucap Pandu.