MSCI Turunkan Penilaian Arus Informasi Pasar Saham Indonesia ke Level Negatif
MSCI menurunkan penilaian kriteria arus informasi Indonesia ke level negatif dalam tinjauan aksesibilitas pasar global 2026.
Langkah ini diambil karena kekhawatiran terkait transparansi struktur kepemilikan saham dan indikasi perdagangan terkoordinasi di pasar saham dalam negeri.
>>> Bea Cukai Desak Importir Pindahkan Ribuan Kontainer di Tanjung Priok
Laporan MSCI yang dikutip dari Investasi menegaskan bahwa penurunan tersebut mencerminkan masalah keterbukaan data kepemilikan serta aktivitas pasar yang masih terbatas.
Kondisi ini dinilai menghambat proses pembentukan harga yang tepat dan membatasi kemampuan investor global dalam menilai free float perusahaan tercatat.
MSCI kembali menyoroti risiko utama di pasar Indonesia, termasuk transparansi kepemilikan saham yang terbatas dan tanda-tanda perdagangan terkoordinasi.
Selain itu, keterbatasan pasar valuta asing turut menjadi kendala bagi investor internasional.
Hal ini dipicu oleh ketiadaan pasar offshore yang efisien serta masih adanya pembatasan di pasar onshore.
"Tidak ada pasar mata uang offshore yang efisien dan terdapat pembatasan di pasar mata uang onshore di Indonesia," tulis MSCI dalam laporannya.
Lembaga tersebut juga menambahkan bahwa tingkat liberalisasi devisa di Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi terbatas.
Tekanan Sejak Awal 2026
Tekanan terhadap pasar modal Indonesia sebenarnya telah terjadi sejak Januari 2026.
Saat itu, MSCI pertama kali menyoroti isu transparansi dan memberikan peringatan mengenai potensi penurunan status dari emerging menjadi frontier market.
Pemberitahuan awal tersebut dinilai berpotensi memicu penarikan dana global atau arus keluar dana hingga mencapai US$13 miliar.
>>> Umat Islam Dianjurkan Membaca Doa Sebelum Bekerja demi Keberkahan
Sejak awal tahun, indeks acuan saham di Jakarta tercatat merosot lebih dari 27% pada 2026.
Update Terbaru
Ford Hadirkan Paket Proud to Honor untuk Super Duty, Truk Bertema Bendera Amerika
Jumat / 19-06-2026, 07:58 WIB
Biaya Tol dan Konsumsi Daya Geely EX2 Rute Jakarta-Yogyakarta
Jumat / 19-06-2026, 07:58 WIB
Korea Selatan Hadapi Meksiko di Laga Kedua Grup A Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 07:57 WIB
Kemenag Pamekasan Dampingi Pengurusan Santunan Asuransi Jemaah Haji Wafat
Jumat / 19-06-2026, 07:57 WIB
Thierry Henry Kritik Egoisme Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 07:57 WIB
Sinopsis Pearl In Red: Balas Dendam Dua Wanita dengan Identitas Palsu
Jumat / 19-06-2026, 07:57 WIB
Memahami Tujuan Finansial dan Cara Menyusun Skala Prioritas Pengeluaran
Jumat / 19-06-2026, 07:56 WIB
AS Cabut Blokade Pelabuhan dan Wilayah Pesisir Iran
Jumat / 19-06-2026, 07:56 WIB
Kanada Hajar Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026, Kemenangan Bersejarah
Jumat / 19-06-2026, 07:56 WIB
Ilmuwan China Temukan Spesies Baru Dinosaurus Berbulu
Jumat / 19-06-2026, 07:56 WIB
AS Cabut Blokade Pelabuhan dan Pesisir Iran Setelah Kesepakatan Damai
Jumat / 19-06-2026, 07:56 WIB
10 Model AI dengan Skor IQ Tertinggi pada 2026 Versi Mensa Norway
Jumat / 19-06-2026, 07:52 WIB
BYD Motor Indonesia Klarifikasi Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok
Jumat / 19-06-2026, 07:52 WIB
Mandra Pantau Kondisi Kesehatan Bolot Lewat Komunikasi dengan Anak
Jumat / 19-06-2026, 07:51 WIB






