Penurunan tajam tersebut menjadikan pasar saham Indonesia sebagai pasar dengan kinerja terburuk di dunia.

Investor asing juga dilaporkan telah melepas kepemilikan saham di Indonesia dengan nilai mencapai sekitar US$3,76 miliar sepanjang tahun berjalan.

in1

Guna merespons tekanan pasar dan peringatan pada Januari, sejumlah reformasi mulai digulirkan.

Salah satu kebijakan yang diambil adalah peningkatan batas minimum free float menjadi 15% bagi perusahaan yang tercatat di bursa.

Bersamaan dengan tekanan tersebut, sempat terjadi pengunduran diri massal pimpinan bursa dan regulator dalam satu hari.

Evaluasi terhadap pasar Indonesia kemudian diperpanjang oleh MSCI pada April lalu.

Selanjutnya pada Mei, MSCI mengeluarkan enam perusahaan dari indeksnya, yang sebagian besar terafiliasi dengan kelompok konglomerat tertentu.

Keputusan ini kembali memberikan tekanan tambahan bagi pasar saham domestik.

Di sisi lain, perkembangan berbeda ditunjukkan oleh Korea Selatan.

>>> MSCI Soroti Risiko Transparansi, Saham Indonesia Anjlok 27 Persen

MSCI menyebut negara tersebut terus melanjutkan reformasi aksesibilitas pasar yang diperkenalkan dalam beberapa tahun terakhir, meskipun masih memiliki sejumlah persoalan mendasar yang belum sepenuhnya terselesaikan.