Keputusan MSCI menurunkan penilaian kriteria arus informasi Indonesia menjadi negatif mendapat tanggapan dari Samuel Sekuritas Indonesia.

Penurunan peringkat aksesibilitas pasar global 2026 ini diumumkan pada Kamis (18/6/2026).

in1

>>> Kenaikan Harga Pertamax 92 Bikin Driver Taksi Online Kelimpungan

Langkah MSCI tersebut dipicu oleh minimnya keterbukaan data kepemilikan saham serta aktivitas perdagangan di tanah air.

Kondisi ini dinilai mempersulit investor global dalam mengukur free float secara akurat dan menghambat pembentukan harga wajar.

Selain persoalan transparansi, MSCI menyoroti hambatan pada sektor valuta asing domestik.

Indonesia dipandang masih kekurangan pasar offshore yang efektif di samping adanya regulasi yang membatasi pergerakan di pasar onshore.

Tanggapan Samuel Sekuritas

Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia yang beranggotakan Prasetya Gunadi dan Ahnaf Yassar menjelaskan bahwa persoalan ini bersumber dari ketidaktransparanan struktur kepemilikan saham yang terus berlanjut.

Perilaku transaksi terkoordinasi juga diindikasi mengganggu proses penemuan harga yang tepat.

Situasi serupa sebelumnya pernah ditemukan di pasar modal Turki, terutama pada emiten dengan kapitalisasi pasar kecil.

>>> Richard Lee Ajukan Permohonan Tahanan Kota karena Kesehatan Memburuk

Hal inilah yang mendorong MSCI untuk memangkas kriteria aliran informasi bagi pasar Indonesia dan Turki.

Bagi pasar modal dalam negeri, penurunan peringkat dari positif menjadi negatif mencerminkan kekhawatiran yang menetap dari pelaku pasar global.

Fokus utama tertuju pada aspek transparansi saham beredar, penemuan harga, serta kapasitas investasi keseluruhan.

"Meskipun kriteria arus informasi Indonesia telah diturunkan dari positif menjadi negatif, persyaratan pengungkapan pemegang saham 1%, kerangka kerja high shareholder concentration (HSC), dan peta jalan free-float 15% seharusnya cukup untuk mempertahankan klasifikasi Indonesia sebagai emerging market," ujar Samuel Sekuritas Indonesia.

Pihak Samuel Sekuritas Indonesia menambahkan bahwa tingkat keterbukaan pasar tetap menjadi parameter vital bersama dengan pertumbuhan ekonomi, volume pasar, serta aspek likuiditas.

Komponen-komponen tersebut menentukan penempatan klasifikasi ke dalam development, emerging, frontier, atau standalone market.

Pengumuman resmi mengenai hasil evaluasi tahunan terhadap klasifikasi pasar global oleh MSCI dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026 malam waktu Eropa.

>>> Keluarga Jorge Messi Bantah Rumor Meninggal dan Ungkap Kondisi Medis

Agenda krusial bagi pelaku pasar ini bertepatan dengan tanggal 24 Juni 2026 pukul 03:30 WIB.