Kenaikan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax 92 membuat para pengemudi taksi online kewalahan. Harga yang naik hampir Rp4.000 per liter menyebabkan pembengkakan biaya operasional harian.

Saat ini, tarif Pertamax 92 mencapai Rp16.250 per liter. BBM nonsubsidi ini harganya sangat dipengaruhi fluktuasi minyak mentah dunia.

in1

>>> Richard Lee Ajukan Permohonan Tahanan Kota karena Kesehatan Memburuk

Sebaliknya, Pertalite dengan RON 90 masih disubsidi pemerintah sehingga harganya bertahan di Rp10.000 per liter. Selisih harga yang mencolok membuat driver angkutan sewa khusus kesulitan bertahan.

Seorang driver taksi online bernama Doni mengaku terkejut dengan penyesuaian harga Pertamax. Ia biasa menggunakan Pertamax sejak awal membeli mobil.

"Kayaknya agak berat (kalau pakai Pertamax) terus. Udah nggak sanggup.

Lumayan mahal harganya, Rp16 ribu. Bedanya lebih dari 60% dari Pertalite.

>>> Keluarga Jorge Messi Bantah Rumor Meninggal dan Ungkap Kondisi Medis

Paling opsi lain, saya campur Pertalite dengan Pertamax," ujar Doni.

Mobil Doni adalah Daihatsu Ayla generasi lama yang termasuk LCGC dengan rasio kompresi mesin 9:1 hingga 10:1.

Menurut panduan pabrikan, kendaraan dengan spesifikasi tersebut masih aman menggunakan Pertalite RON 90.

>>> Chandra Asri Pacific Diversifikasi Bisnis untuk Dongkrak Kinerja

Kenaikan harga Pertamax 92 mendorong banyak driver taksi online untuk mempertimbangkan beralih ke Pertalite. Langkah ini diambil demi menekan pengeluaran operasional yang semakin berat.