FIFA secara resmi mengundang YouTuber asal Korea Selatan, Yoon Su-jin atau InoCat, untuk menonton pertandingan Korea Selatan melawan Meksiko di Piala Dunia 2026.

Langkah ini diambil setelah InoCat menjadi korban tindakan rasis saat menonton laga sebelumnya di Guadalajara, Meksiko.

in1

>>> Mako Bakery Promo Dry Cake Mulai Rp 41.000 pada 9-14 Mei 2026

Dalam pernyataannya, FIFA mengatakan pertandingan yang digelar pada 19 Juni tersebut akan digunakan untuk menyampaikan pesan tentang inklusi dan penolakan terhadap ujaran kebencian.

Kronologi Insiden Rasisme

Video yang diunggah InoCat viral di media sosial. Dalam rekaman, seorang pria Meksiko terlihat menarik kedua sudut matanya ke samping di depan kamera.

Gestur itu dikenal sebagai tindakan rasis terhadap masyarakat Asia.

Insiden terjadi saat InoCat menonton laga fase grup antara Korea Selatan dan Republik Ceko pada 11 Juni lalu.

Identitas pelaku terungkap sebagai Ulises Fernando Bernal Miramontes, yang saat itu menjabat sebagai Presiden CITGEJ.

FIFA menyatakan telah mengidentifikasi pelaku dan menangguhkan akun tiket miliknya. FIFA mengutuk keras segala bentuk rasisme dan diskriminasi.

>>> Polisi Amankan Tongkang Batu Bara yang Didamparkan di Pangandaran

Undangan kepada InoCat diberikan bertepatan dengan Hari Internasional Melawan Ujaran Kebencian yang diperingati setiap 18 Juni.

InoCat, yang memiliki sekitar 6,6 juta pelanggan YouTube, telah menerima undangan dan akan menghadiri laga Korea Selatan kontra Meksiko.

Tekanan publik terus meningkat terhadap pelaku. Miramontes akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya dan mengunggah video permintaan maaf di Instagram.

"Saat orang asing datang ke Meksiko, saya ingin mereka merasa seperti di rumah sendiri. Namun saya justru melakukan hal yang sebaliknya," ujarnya.

Ia juga meminta maaf kepada InoCat, komunitas Korea, dan masyarakat Meksiko.

>>> Awal 2026, Ekonomi Domestik Dorong Masyarakat Lebih Cermat Kelola Keuangan

Kasus ini menjadi salah satu insiden diskriminasi yang paling banyak dibicarakan sejak Piala Dunia 2026 dimulai, sekaligus menguji komitmen FIFA dalam memerangi rasisme.