Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Jumat, 19 Juni 2026.

Pergerakan ini terjadi setelah hasil tinjauan MSCI mempertahankan status pasar saham Indonesia sebagai emerging markets.

in1

>>> Kejutan di Matchday Pertama Piala Dunia 2026: Spanyol dan Brasil Tertahan

Pada penutupan perdagangan Kamis (18/6/2026), IHSG melemah 48,71 poin atau 0,78 persen ke level 6.172,34.

Pelemahan tersebut dipicu oleh sikap wait and see investor menjelang pengumuman MSCI dan agenda rebalancing indeks FTSE Russell.

Kondisi pasar juga dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi.

Analisis Teknikal dan Proyeksi

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menyebut hasil awal menunjukkan posisi Indonesia relatif aman di Emerging Market.

Namun, terdapat catatan pada aspek transparansi kepemilikan.

Nafan menjelaskan bahwa IHSG menunjukkan tren penguatan terbatas dengan support di kisaran 6.058 dan 5.917, serta resistance di level 6.287 dan 6.515.

>>> MSCI Turunkan Kriteria Arus Informasi Indonesia Jadi Negatif, Samuel Sekuritas Beri Tanggapan

Ia menambahkan bahwa pergerakan IHSG diperkirakan menguat terbatas setelah membentuk pola hammer candle.

Sementara itu, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memaparkan bahwa tekanan jual sebelumnya didominasi aksi ambil untung pada saham perbankan dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Fokus pasar hari ini tertuju pada hasil MSCI Global Market Accessibility Review yang berpotensi menjadi katalis bagi arus dana asing.

Reza memproyeksikan IHSG masih mampu bertahan di atas area support penting antara 6.071-5.931 dan berpeluang melanjutkan penguatan menuju target resistance terdekat pada rentang 6.300-6.350.

Investor juga akan mencermati dampak lanjutan kenaikan BI Rate terhadap stabilitas rupiah.

Riset dari Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak konsolidatif dalam rentang 6.100 hingga 6.250.

>>> Kenaikan Harga Pertamax 92 Bikin Driver Taksi Online Kelimpungan

Pasar tengah mencerna total kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia yang telah naik 100 basis poin secara kumulatif, menempatkan BI Rate di level tertinggi sejak April 2025.