Angkatan Laut Amerika Serikat resmi mencabut blokade terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. Langkah ini diambil setelah penandatanganan nota kesepahaman perdamaian antara kedua negara pada Rabu (17/6).

Pencabutan blokade diperintahkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump.

in1

>>> DJP Perpanjang Batas Lapor SPT Tahunan Orang Pribadi hingga 30 April 2026

Dalam kesepakatan damai tersebut, Iran wajib membebaskan biaya bagi kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz selama 60 hari.

Pihak militer AS memastikan situasi di perairan tersebut kini aman bagi jalur perdagangan internasional.

"Pasukan Amerika tidak menghalangi transit kapal ke atau dari pelabuhan Iran," kata Komando Pusat AS.

Komitmen Iran dan Dampak pada Pasokan Minyak

Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan situasi di Selat Hormuz saat ini kondusif tanpa adanya aksi penyerangan dari pihak Iran terhadap kapal komersial.

Iran dinilai berkomitmen penuh terhadap poin perdamaian yang disepakati.

"Sejauh ini mereka menghormati komitmen mereka," kata Vance. Ia menambahkan bahwa pergerakan komoditas energi dunia mulai pulih secara signifikan melalui jalur krusial tersebut dalam semalam.

Lebih dari 12 juta barel minyak telah melewati Selat Hormuz semalam.

>>> Richard Lee Siap Ajukan Eksepsi Atas Dakwaan Kasus Kosmetik Ilegal

Berdasarkan data Kpler, terdapat tiga kapal tanker milik Arab Saudi yang membawa sekitar 6 juta barel melintasi selat tersebut.

Sebelum konflik militer yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, Selat Hormuz menjadi jalur vital bagi distribusi global.

Jalur ini mengalirkan sekitar 14 juta barel minyak mentah dan 6 juta barel produk olahan per hari sebelum Teheran menutup aksesnya.

Analisis dari Kpler menunjukkan pemulihan pengiriman minyak berpotensi mencapai 50 persen dari volume sebelum perang dalam 30 hari.

Namun, normalisasi total ekspor energi melalui selat tersebut masih membutuhkan waktu.

"Semuanya akan berjalan lebih bertahap.

>>> Harga iPhone 17 Bekas Masih Tinggi per Mei 2026, Penurunan Minim

Awalnya, kapal-kapal yang terjebak akan keluar, tetapi tidak akan kembali ke tingkat sebelum konflik dalam semalam," kata Amrita Sen, Founder Energy Aspects.