Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memberikan peringatan tegas terkait kesepakatan yang baru saja ditandatangani dengan Amerika Serikat.

Melalui akun media sosial X pada Jumat, Ghalibaf menyatakan bahwa Iran tidak akan ragu memberikan respons yang menghancurkan jika terjadi pelanggaran komitmen atau tuntutan berlebihan dari pihak lain.

in1

>>> Ramalan Zodiak Aries, Taurus, dan Gemini: Langkah Penting, Keuangan, dan Asmara

"Mereka telah ditampar sekali dalam perang: jika mereka memilih untuk mengikuti jalan yang sama lagi, mereka akan menerima tamparan yang lebih keras," tulis Ghalibaf.

Pernyataan ini menegaskan sikap keras Iran dalam menjaga kepentingannya di tengah proses negosiasi dengan Washington.

Latar Belakang Kesepakatan

Pada Rabu malam (17/6), Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara elektronik menandatangani "Memorandum of Understanding Islamabad."

Nota kesepahaman ini dimaksudkan untuk membuka jalan bagi berakhirnya perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

>>> Ismael Kone Alami Patah Kaki Akibat Tekel Keras di Laga Kanada vs Qatar

Berdasarkan memorandum tersebut, Washington dan Teheran akan mengadakan negosiasi selama 60 hari, dengan kemungkinan perpanjangan.

Negosiasi ini bertujuan mencapai kesepakatan akhir yang mencakup program nuklir Iran dan sanksi internasional.

Ghalibaf menekankan bahwa tugas yang diberikan oleh Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei adalah untuk mewujudkan syarat dan ketentuan perjanjian.

>>> MSCI Soroti Transparansi Pasar Modal Indonesia Jelang Keputusan Status

Ia menegaskan kembali bahwa mereka sedang menjalankan perintah tersebut.