Amerika Serikat resmi mengakhiri blokade militer di Selat Hormuz setelah kesepakatan perdamaian sementara dengan Iran mulai berlaku pada Jumat, 19 Juni 2026.

Kesepakatan ini membuka jalan bagi negosiasi komprehensif mengenai program nuklir Teheran.

in1

>>> HRC Tunjuk Mikihiko Kawase Gantikan Alberto Puig sebagai Team Manager MotoGP

Komando Pusat AS menghentikan blokade, sehingga lalu lintas kapal komersial dan tanker minyak yang membawa hampir 10 juta barel minyak kembali normal.

Harga minyak mentah Brent bergerak stabil di kisaran US$79 per barel setelah sebelumnya berfluktuasi.

Pernyataan Wakil Presiden AS

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa tenggat waktu 60 hari untuk merampungkan nota kesepahaman telah resmi berjalan.

Vance menegaskan bahwa jalur perairan internasional harus bebas dari bea masuk, menanggapi kekhawatiran potensi penerapan bea oleh Iran.

Ia menambahkan bahwa negara-negara kawasan akan merumuskan kerangka keamanan bersama untuk mengelola Selat Hormuz.

“Jika selat tersebut tidak dibuka, tidak akan ada kesepakatan akhir,” ujar Vance.

Kritik dari Dalam Negeri

Kesepakatan ini menuai kritik dari kelompok konservatif sekutu Republik dan internal pemerintahan Israel.

>>> Studi Ungkap Ciri Kepribadian yang Memicu Penghasilan Tinggi

Senator Roger Wicker menilai dana rekonstruksi sebesar $300 miliar bagi Iran terlalu besar, meskipun tidak dibiayai pembayar pajak AS.

Menanggapi kritik Israel, Vance mengingatkan posisi AS sebagai sekutu terkuat negara tersebut.

“Jika saya berada di kabinet Israel, saya tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang tersisa,” katanya.

Vance menekankan bahwa Israel harus menyadari realitas geopolitik dan tidak menganggap Presiden Trump sebagai masalah utama.

Isi Nota Kesepahaman

Berdasarkan salinan nota kesepahaman yang diunggah Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Iran menyepakati pemulihan lalu lintas bebas biaya bagi kapal komersial selama masa transisi 60 hari.

Vance optimistis posisi AS diuntungkan karena kesepakatan ini melemahkan kapasitas nuklir dan ekonomi Iran.

>>> Promo Superindo 5 Mei 2026: Diskon 55% dan Beli 2 Lebih Hemat

“Jika tidak, tidak ada ruginya bagi kita — bagaimanapun juga, kita menang,” ujar Vance.