Penampilan Portugal pada laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan Republik Demokratik Kongo mendapat sorotan tajam.

Meski mendominasi pertandingan, hasil imbang 1-1 memicu kritik keras dari legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry.

in1

>>> Umat Islam Dianjurkan Perbanyak Puasa dan Sedekah di Bulan Muharram

Henry menyoroti pergerakan Cristiano Ronaldo di lapangan. Menurutnya, ambisi pribadi Ronaldo untuk mencetak rekor gol justru menjadi bumerang bagi efektivitas permainan kolektif Portugal.

Di usia 41 tahun, Ronaldo memang mencatat sejarah sebagai pemain tertua yang menjadi starter di Piala Dunia. Namun, ia dinilai lebih fokus pada pencapaian individu daripada kepentingan tim.

Kritik Tajam atas Prioritas di Lapangan

Dalam analisisnya melalui Fox News, Thierry Henry secara lugas mengkritik cara Ronaldo menentukan prioritas saat berada di sepertiga akhir lapangan.

Ia menekankan pentingnya mengutamakan keberhasilan tim di atas ambisi pribadi.

"Satu hal yang penting, hadirin sekalian di rumah: tim yang harus mencetak gol, bukan Anda yang harus mencetak gol," kata Henry dikutip dari Goal English, Kamis (18/6/2026).

Henry menyoroti momentum krusial pada babak kedua yang melibatkan pergerakan Joao Cancelo dan Bruno Fernandes.

Menurutnya, posisi Ronaldo yang tidak tepat membuat pertahanan lawan lebih mudah mengantisipasi arah serangan.

"Jadi, jelas, kita akan melihat di sini Portugal menguasai bola, Joao Cancelo akan menerima bola. Kemudian, Cristiano Ronaldo telah berada dalam situasi ini beberapa kali," ujar Henry.

>>> 4 Hari Besar Nasional dan Global yang Diperingati Setiap 16 April

"Jika Anda melakukan pergerakan seperti itu di sini, Anda membuat bek lawan mengambil keputusan untuk menerobos masuk ke kotak enam yard," lanjutnya.