Bea Cukai Desak Importir Pindahkan Ribuan Kontainer di Tanjung Priok
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mendesak para importir untuk segera memindahkan ribuan kontainer yang menumpuk di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Penumpukan ini terjadi karena keterlambatan pengangkutan barang setelah proses kepabeanan selesai.
>>> Umat Islam Dianjurkan Membaca Doa Sebelum Bekerja demi Keberkahan
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menyatakan bahwa pelayanan administrasi kepabeanan telah berjalan sesuai standar nasional.
Namun, masalah muncul setelah dokumen pengeluaran diterbitkan karena banyak perusahaan tidak segera memindahkan barang mereka.
"Keberadaan Bea Cukai sebagai lini terdepan di pelabuhan pada saat pelayanan keluar-masuk barang, sudah sesuai dengan standar yang diharapkan oleh nasional," kata Djaka dalam keterangan yang dikutip Antara, Senin (17/6/2026).
Djaka menjelaskan bahwa para pelaku bisnis tidak langsung memobilisasi kontainer setelah mendapatkan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).
"Namun, ketika kontainer-kontainer tersebut sudah mengalami pengeluaran barang, ini masih terjadi penumpukan karena para pelaku tidak dengan segera melakukan pengeluaran," ujarnya.
BYD dan Wuling Manfaatkan Masa Penyimpanan Gratis
Sejumlah pabrikan otomotif global, termasuk BYD dan Wuling, disebut memanfaatkan batas waktu penyimpanan gratis di pelabuhan melampaui batas wajar.
Kebijakan biaya penampungan internal yang lebih murah dibanding sewa gudang luar menjadi alasan utama.
"Contohnya seperti BYD, kemudian dari Wuling, itu masih memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pelabuhan selama tiga hari setelah SPPB keluar, bahkan lebih dari dua minggu dia tidak angkat ke luar.
Kemarin itu hampir sekitar 10 ribu kontainer yang masih ada di pelabuhan," jelas Djaka.
Pemerintah memastikan seluruh kewajiban kepabeanan perusahaan tersebut sudah terpenuhi secara administratif. Langkah tegas kini diambil untuk menekan dwelling time di pelabuhan.
Update Terbaru
Biaya Tol dan Konsumsi Daya Geely EX2 Rute Jakarta-Yogyakarta
Jumat / 19-06-2026, 07:58 WIB
Korea Selatan Hadapi Meksiko di Laga Kedua Grup A Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 07:57 WIB
Kemenag Pamekasan Dampingi Pengurusan Santunan Asuransi Jemaah Haji Wafat
Jumat / 19-06-2026, 07:57 WIB
Thierry Henry Kritik Egoisme Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 07:57 WIB
Sinopsis Pearl In Red: Balas Dendam Dua Wanita dengan Identitas Palsu
Jumat / 19-06-2026, 07:57 WIB
Memahami Tujuan Finansial dan Cara Menyusun Skala Prioritas Pengeluaran
Jumat / 19-06-2026, 07:56 WIB
AS Cabut Blokade Pelabuhan dan Wilayah Pesisir Iran
Jumat / 19-06-2026, 07:56 WIB
Kanada Hajar Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026, Kemenangan Bersejarah
Jumat / 19-06-2026, 07:56 WIB
Ilmuwan China Temukan Spesies Baru Dinosaurus Berbulu
Jumat / 19-06-2026, 07:56 WIB
AS Cabut Blokade Pelabuhan dan Pesisir Iran Setelah Kesepakatan Damai
Jumat / 19-06-2026, 07:56 WIB
10 Model AI dengan Skor IQ Tertinggi pada 2026 Versi Mensa Norway
Jumat / 19-06-2026, 07:52 WIB
BYD Motor Indonesia Klarifikasi Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok
Jumat / 19-06-2026, 07:52 WIB
Mandra Pantau Kondisi Kesehatan Bolot Lewat Komunikasi dengan Anak
Jumat / 19-06-2026, 07:51 WIB
DJP Perpanjang Batas Lapor SPT Tahunan Orang Pribadi hingga 30 April 2026
Jumat / 19-06-2026, 07:51 WIB






