"Sehingga kita melakukan pemaksaan kepada perusahaan tersebut untuk dengan secepatnya melakukan pengeluaran dari area pelabuhan," tutur Djaka.

Menanggapi situasi ini, PT BYD Motor Indonesia menyampaikan permohonan maaf dan mengklarifikasi bahwa muatan mereka hanya bagian kecil dari total volume logistik yang tertahan.

in1

>>> MSCI Soroti Risiko Transparansi, Saham Indonesia Anjlok 27 Persen

Perusahaan mengaitkannya dengan lonjakan volume barang, hari libur nasional, dan kendala kapasitas distribusi.

"Namun BYD Indonesia telah berkoordinasi dengan seluruh pihak memastikan proses distribusi kontainer berjalan dengan baik," kata Luther Panjaitan, Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, dihubungi Kompas.

com, Kamis (18/6/2026).

Untuk mempercepat pengosongan muatan, BYD mengaku telah menambah kapasitas armada angkut eksternal dan mengoperasikan fasilitas penampungan sementara di luar pelabuhan.

"Saat ini, kami telah menambah armada logistik company dan juga mayoritas kontainer yang tiba pada periode sebelumnya telah dipindahkan.

Kita juga sudah menyiapkan tempat simpan sementara di sekitar pelabuhan untuk percepatan pengeluaran kontainer," kata Luther.

Sementara itu, manajemen Wuling Motors mengaku baru mengetahui persoalan ini melalui laporan media dan langsung melakukan penelusuran data internal.

Penumpukan sempat terjadi akibat kendala transportasi logistik pada awal bulan.

"Kami dapat sampaikan, memang pada awal bulan Juni ini kami sempat mengalami gangguan operasional perihal pengangkutan kontainer dengan jumlah yang tidak terlalu banyak," kata Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors, dihubungi Kompas.

com, Kamis.

Wuling mengonfirmasi seluruh unit kontainer milik perusahaan telah sepenuhnya keluar dari pelabuhan sejak pertengahan pekan lalu.

"Akan tetapi, kami telah berusaha untuk segera menyelesaikannya dan per tanggal 11 Juni lalu. Kami sudah menyelesaikan keseluruhan kontainer untuk keluar dari port.

>>> Kanada Unggul Dua Gol atas Qatar di Babak Pertama Piala Dunia 2026

Kami berharap ini bisa menjadi respon atas pemberitaan yang ada," ujar Ricky.