Pemerintah Jepang mulai memasukkan perawatan kesuburan ke dalam cakupan asuransi kesehatan nasional sejak April 2022.

Sebelumnya, prosedur seperti inseminasi buatan dan bayi tabung (IVF) memerlukan biaya besar yang ditanggung sendiri oleh pasien.

in1

>>> Promo Minyak Goreng Mei 2026: Diskon Besar di Superindo, Hypermart, dan Lotte Mart

Dukungan finansial dari asuransi membuat tarif pelayanan menjadi lebih terjangkau, membuka kesempatan bagi pasangan yang sebelumnya terkendala biaya.

Penurunan angka kelahiran telah menjadi tantangan jangka panjang di Jepang. Banyak pasangan menunda memiliki anak karena faktor ekonomi, pekerjaan, atau hambatan biologis.

Teknologi reproduksi berbantu (ART) menjadi solusi bagi gangguan kesuburan yang dipicu usia, ovulasi, kualitas sperma, atau masalah organ reproduksi.

Melalui IVF, sel telur dan sperma dipertemukan di luar tubuh sebelum embrio ditanam ke rahim.

Lonjakan Akses dan Angka Kehamilan

Implementasi kebijakan asuransi ini memicu lonjakan pemanfaatan ART di Jepang. Studi nasional mencatat kenaikan signifikan jumlah pasien yang mengakses layanan kesuburan.

>>> Jadwal Rilis Yomi no Tsugai Episode 7: Masa Lalu Asa Terungkap

Peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok usia 25–34 tahun, yang tumbuh sekitar 22,9 persen. Data ini menunjukkan penurunan biaya medis mendorong motivasi pasangan untuk memulai program kehamilan.

Statistik tahun 2023 mencatat ribuan kasus kehamilan sukses dari program ART, serta peningkatan jumlah kelahiran bayi kembar.

Pengawasan Medis Tetap Diperlukan

Meski memberikan harapan, dokter mengingatkan adanya risiko dalam prosedur teknologi kesuburan. Kehamilan ganda memerlukan pemantauan lebih ketat.

Kondisi ini rentan terhadap kelahiran prematur, berat badan bayi rendah, dan komplikasi kehamilan. Dokter biasanya membatasi jumlah embrio yang ditanam demi keselamatan ibu dan janin.

>>> Bold Riders Bawa Komunitas Motor Indonesia ke MotoGP Lewat Sponsor Gresini Racing

Penanganan rendahnya angka kelahiran di Jepang tidak bisa hanya bertumpu pada aspek medis. Keputusan memiliki anak juga dipengaruhi biaya hidup dan dukungan lingkungan kerja.