Angka kelahiran di Jepang menunjukkan tren positif setelah pemerintah memasukkan perawatan kesuburan ke dalam cakupan asuransi kesehatan nasional.

Kebijakan yang berlaku sejak April 2022 ini memberikan akses lebih luas bagi pasangan yang terkendala biaya untuk menjalani program kehamilan.

in1

>>> BGN Hentikan Sementara Makan Bergizi Gratis Selama Libur Sekolah

Melalui kebijakan baru ini, biaya prosedur medis mahal seperti inseminasi buatan dan bayi tabung (IVF) kini ditanggung asuransi.

Sebelumnya, seluruh biaya harus ditanggung sendiri oleh pasien.

Studi nasional di Jepang mencatat lonjakan signifikan jumlah pasien yang memanfaatkan layanan kesuburan. Kelompok usia 25 hingga 34 tahun mengalami pertumbuhan partisipasi program hingga sekitar 22,9 persen.

>>> PGN dan BRIN Luncurkan Program Minapadi Salin di Batang

Data tahun 2023 mengonfirmasi peningkatan ribuan kasus kehamilan yang difasilitasi teknologi reproduksi berbantu (ART), termasuk kenaikan jumlah kelahiran kembar.

Namun, dokter mengingatkan perlunya pemantauan ketat terhadap kehamilan guna meminimalkan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Faktor Lain Masih Pengaruhi Keputusan Memiliki Anak

Para ahli menilai pemanfaatan teknologi medis saja tidak cukup untuk menyelesaikan krisis penurunan populasi secara menyeluruh.

>>> Cara Cek Status Iuran dan Keaktifan BPJS Kesehatan Secara Online

Keputusan memiliki anak di Jepang tetap dipengaruhi faktor eksternal seperti biaya hidup, kesiapan orang tua, lingkungan kerja, dan dukungan keluarga.