Indeks Nikkei Jepang Cetak Rekor Tertinggi Berkat Reli Saham AI
Indeks Nikkei Jepang kembali menembus rekor tertinggi pada Jumat (19/6/2026) setelah investor memburu saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI).
Lonjakan ini dipicu oleh reli saham semikonduktor di bursa Amerika Serikat yang melesat 6,4 persen semalam.
>>> Simpan Asset Management: Tekanan Fiskal dan Nilai Tukar Jadi Sumber Utama Risiko Makro
Data perdagangan menunjukkan indeks Nikkei menguat 0,78 persen ke level 71.608,95 pada pukul 09.00 WIB, setelah sempat menyentuh rekor sepanjang masa di 71.952,99.
Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas justru turun 0,24 persen menjadi 4.058,54 akibat pelemahan saham perbankan seperti Mitsubishi Financial Group dan Mizuho Financial Group yang merosot hampir 3 persen.
Saham Teknologi dan Semikonduktor Jadi Motor Penggerak
Aksi borong saham teknologi di Tokyo dipicu oleh performa indeks semikonduktor Philadelphia AS yang naik 6,4 persen, dengan saham Intel melonjak 10,6 persen ke rekor tertinggi.
Kenaikan Intel terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Apple untuk memproduksi cip di dalam negeri.
Dampaknya, saham pemasok Intel seperti Ibiden naik hingga 5 persen di awal sesi sebelum bertahan di 1,11 persen.
Produsen material pusat data AI Fujikura mengalami lonjakan pesanan beli yang masif, sehingga menaikkan perkiraan laba bersih tahunannya menjadi 229 miliar yen dari sebelumnya 156 miliar yen.
>>> IHSG 19 Juni 2026 Diprediksi Melemah Setelah Jatuh ke Level 6.172
Sektor kabel serat optik dan pengujian cip juga menikmati berkah, dengan saham Furukawa Electric naik 15 persen, SoftBank Group naik 3,25 persen, dan Advantest menguat 4,19 persen.
"Investor tidak punya pilihan selain membeli saham terkait chip setelah reli tajam di pasar saham chip AS semalam," kata Kazuaki Shimada, kepala strategi di IwaiCosmo Securities.
Namun, peningkatan indeks Nikkei dinilai mulai terbatas akibat sikap hati-hati pelaku pasar terhadap kecepatan reli yang terjadi.
"Fujikura menaikkan perkiraannya pada saat pasar menjadi waspada terhadap prospek produsen kabel serat optik," tambah Shimada.
Analis teknikal juga mencatat bahwa indeks ditutup sekitar 9 persen di atas rata-rata 25 hari pada sesi sebelumnya, menunjukkan pasar yang terlalu panas.
>>> Mengenal Keutamaan dan Amalan Penting di Hari Asyura 10 Muharram
"Indeks tersebut ditutup sekitar 9% di atas rata-rata 25 hari pada sesi sebelumnya, menunjukkan pasar yang terlalu panas," kata Wataru Akiyama, ahli strategi ekuitas di Nomura Securities.
Update Terbaru
40% Gen Z Ditemani Orang Tua Saat Interview Kerja dan Nego Gaji
Jumat / 19-06-2026, 10:57 WIB
Harga Pangan 19 Juni 2026 Melonjak, Cabai Rawit Merah Tembus Rp100.000
Jumat / 19-06-2026, 10:56 WIB
Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026, Jonathan David Cetak Hattrick
Jumat / 19-06-2026, 10:56 WIB
Apple Berpotensi Naikkan Harga iPhone Terbaru Akibat Biaya Komponen
Jumat / 19-06-2026, 10:56 WIB
Jonathan David Cetak Hat-trick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0
Jumat / 19-06-2026, 10:56 WIB
Bernadya Berhasil jadi Penyanyi Wanita Paling Ngetop! Inilah Daftar Lengkap Pemenang SCTV Music Awards 2026
Jumat / 19-06-2026, 10:56 WIB
Jokowi Minta PSI Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran Dua Periode
Jumat / 19-06-2026, 10:55 WIB
MDRT Indonesia Gelar MDRT Day 2026 di Jakarta, Perkuat Kompetensi Agen Asuransi
Jumat / 19-06-2026, 10:55 WIB
Messi dan Maradona Puncaki Daftar Assist Terbanyak Piala Dunia
Jumat / 19-06-2026, 10:55 WIB
Kenaikan BI Rate 100 Bps dalam Sebulan Ancam Sektor Properti dan Konsumen Menengah
Jumat / 19-06-2026, 10:55 WIB
Batas Senja Gandeng Musisi Australia Shumo AG Rilis Single Iron Veins
Jumat / 19-06-2026, 10:54 WIB
Pemilik Mobil Pasang GPS Tracker untuk Tingkatkan Keamanan Kendaraan
Jumat / 19-06-2026, 10:54 WIB
Indonesia dan Kuwait Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Energi
Jumat / 19-06-2026, 10:53 WIB
Peserta Pria Pakai Kebaya di Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran Viral, Warganet Kritik
Jumat / 19-06-2026, 10:53 WIB






