Pemerintah China memberikan tanggapan atas rencana negara-negara G7 untuk mengurangi ketergantungan terhadap pemasok mineral penting dan logam tanah jarang.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (18/6), menyatakan bahwa posisi China dalam menjaga keamanan dan stabilitas rantai industri dan pasokan global mineral penting tidak berubah.

in1

>>> PLN Padamkan Listrik di Kampus UI Depok Selama Tiga Jam

Ia menambahkan bahwa standardisasi dan penyempurnaan sistem pengendalian ekspor China konsisten dengan praktik internasional dan dilakukan untuk melindungi perdamaian dunia serta stabilitas regional.

G7 Luncurkan Aliansi Ketahanan Mineral Kritis

Para pemimpin G7 dalam KTT di bawah kepemimpinan Prancis meluncurkan rencana ambisius untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok tunggal seperti China dalam penyediaan mineral kritis bagi sektor digital dan energi hijau.

Dalam deklarasi bersama yang didukung Australia, G7 menyatakan keprihatinan terhadap kebijakan non-pasar dan pemaksaan ekonomi serta memperingatkan bahwa pembatasan ekspor sewenang-wenang melemahkan keamanan ekonomi internasional.

Untuk mengatasi kerentanan tersebut, G7 meluncurkan Aliansi Ketahanan dan Produksi Mineral Kritis.

Lin Jian menegaskan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab memainkan peran konstruktif dan China hanya memenuhi kewajiban non-proliferasi serta kewajiban internasional lainnya.

China mendesak G7 untuk sungguh-sungguh mematuhi prinsip ekonomi pasar dan aturan perdagangan internasional.

"Kami mendesak anggota G7 berhenti mengganggu tatanan perdagangan internasional dengan aturan buatan sendiri dari kelompok kecil," tegas Lin Jian.

Komentar Khusus untuk Jepang

Lin Jian juga mengomentari Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang dinilai berupaya menggalang sekutu dan memicu konfrontasi dalam KTT G7.

"Hal itu tidak akan mendapatkan dukungan dan pasti akan gagal.