Pemerintah China menyatakan dukungan terhadap nota kesepahaman yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran.

Langkah ini dinilai positif untuk meredakan ketegangan dan memperkuat momentum gencatan senjata di Timur Tengah.

in1

>>> Ziarah Pangeran Jayakarta Jadi Tradisi Sambut HUT ke-499 Jakarta

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (18/6).

Ia menekankan bahwa kekerasan bukanlah solusi dan negosiasi atas dasar kesetaraan adalah pilihan yang tepat.

Nota kesepahaman yang disebut "Nota Kesepahaman Islamabad" ditandatangani secara digital oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu malam (17/6).

Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif turut menandatangani sebagai mediator.

Isi Nota Kesepahaman

Nota kesepahaman tersebut memuat 12 butir kesepakatan.

Salah satunya adalah penghentian operasi militer secara segera dan permanen di semua lokasi, termasuk di Lebanon, serta larangan ancaman atau penggunaan kekerasan.

Kedua belah pihak juga berkomitmen menghormati kedaulatan dan integritas teritorial masing-masing serta tidak saling campur tangan dalam urusan internal.

Mereka sepakat mencapai kesepakatan final dalam waktu maksimal 60 hari yang dapat diperpanjang.

AS akan mencabut blokade angkatan laut dalam 30 hari dan menarik pasukan dari sekitar wilayah Iran dalam 30 hari setelah kesepakatan final.

Iran akan menyediakan jalur aman bagi kapal komersial dari Teluk Persia ke Laut Oman selama 60 hari serta membersihkan ranjau dalam 30 hari.

>>> EA Rilis Kartu Spesial Lionel Messi OVR 119 di FC Mobile

Dalam kesepakatan tersebut, AS dan mitra global akan memberikan setidaknya 300 miliar dolar AS untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran.