Pemerintah Indonesia menargetkan penerbitan surat utang Panda Bonds setara 1 miliar dolar AS pada Juni 2026. Langkah ini menjadi strategi alternatif untuk memperkuat struktur APBN 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan instrumen tersebut langsung di pasar keuangan China. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan berbasis dolar AS.

in1

>>> Rupiah Melemah 0,25 Persen ke Rp 17.838 per Dolar AS pada 19 Juni 2026

Panda Bonds merupakan obligasi berdenominasi yuan (renminbi) yang diterbitkan oleh pihak asing di pasar domestik China. Penerbit dapat berupa pemerintah negara lain, perusahaan internasional, atau lembaga global.

Melalui penerbitan ini, pemerintah meminjam dana dari investor di China dengan seluruh transaksi, pembayaran bunga, dan pelunasan pokok utang menggunakan mata uang yuan.

Penamaan instrumen ini merujuk pada panda, simbol nasional China.

Alasan dan Manfaat Pemilihan Pasar China

Menteri Keuangan Purbaya menjelaskan beberapa indikator utama yang mendorong ketertarikan pada instrumen ini. Salah satunya adalah diversifikasi sumber pembiayaan negara agar tidak terpaku pada satu pasar keuangan.

>>> Garena Siapkan Sistem Power Boost di Update Free Fire OB54

Efisiensi biaya pinjaman juga menjadi pertimbangan penting. Pemerintah memproyeksikan yield Panda Bonds berada pada kisaran rendah, yaitu antara 2,3% hingga 2,5%.

Pasar keuangan China memiliki basis investor yang sangat masif, membuka peluang pendanaan baru yang menjanjikan. Dengan instrumen ini, biaya bunga utang pemerintah berpotensi ditekan lebih efisien.

Target Realisasi Penerbitan

Pemerintah mematok target realisasi penerbitan perdana Panda Bonds Indonesia pada Juni 2026. Skema ini sekaligus memperluas basis investor internasional dan mempererat hubungan ekonomi bilateral Indonesia-China.

>>> Ducati Indonesia Luncurkan DesertX V2 2026 dengan Mesin 890 cc

Menteri Keuangan Purbaya dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke China untuk mematangkan proses administrasi. Pertemuan dengan calon investor di China akan dilakukan untuk memastikan kelancaran emisi surat utang tersebut.