China Tanggapi Rencana G7 Kurangi Ketergantungan Mineral Penting
Sanae Takaichi menyebut soal dialog tapi secara aktif terlibat dalam konfrontasi, suatu kontradiksi yang mencolok yang telah memperlihatkan kemunafikan Jepang kepada dunia," ungkap Lin Jian.
Ia menegaskan bahwa China telah melarang ekspor semua barang dwiguna kepada pengguna militer Jepang dan untuk penggunaan militer Jepang guna membendung remiliterisasi dan upaya Jepang memiliki senjata nuklir.
>>> IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.161, Investor Wait and See Hasil MSCI
Aliansi Ketahanan dan Produksi Mineral Kritis G7 menargetkan pengurangan ketergantungan pada satu pemasok di luar blok untuk unsur tanah jarang dan magnet permanen menjadi kurang dari 60 persen pada 2030, dengan ambisi mencapai 50 persen sesegera mungkin.
Para menteri ditugaskan menetapkan target pengurangan spesifik untuk mineral penting lainnya sebelum akhir tahun ini.
Strategi tersebut menandai pergeseran besar menuju pengamanan rantai pasok di antara negara-negara sekutu.
Inisiatif ini akan dimulai dengan dua mineral percontohan, litium dan nikel, sebelum diperluas ke lima mineral baru setiap tahun.
Pasar mineral kritis global saat ini terbelah antara negara penghasil bahan baku dan China yang mendominasi pemurnian.
China menguasai lebih dari 90 persen pemurnian unsur tanah jarang, 80 persen grafit baterai, serta sebagian besar pemrosesan litium dan kobalt.
Negara kaya sumber daya seperti Australia, Chili, Indonesia, dan Kongo memimpin pertambangan tetapi masih bergantung pada infrastruktur China untuk mengolah bahan mentah.
Negara-negara Barat harus mengejar ketertinggalan.
AS dan Kanada memiliki potensi tambang besar namun belum memiliki kapasitas pemurnian domestik memadai, sementara Uni Eropa masih bergantung pada impor akibat regulasi lingkungan ketat dan biaya tinggi.
KTT G7 yang berakhir Rabu (17/6) tidak mengeluarkan komunike final, mengulang kegagalan KTT 2025 di Kanada.
Sebagai gantinya, sembilan dokumen tematik dipublikasikan untuk menghindari sorotan perbedaan antara AS dan sekutunya.
>>> Inul Daratista: Musik Dangdut Sudah Lama Mendunia
G7 beranggotakan AS, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan Jepang. Prancis memegang presidensi bergilir tahun ini.
Update Terbaru
Burung Perkici Muka Biru yang Langka Ditemukan Kembali di Pulau Buru
Jumat / 19-06-2026, 12:49 WIB
5 Kebiasaan Tidur untuk Menjaga Otak Tetap Tajam
Jumat / 19-06-2026, 12:49 WIB
Kementan Peringatkan Risiko Penggunaan Paracetamol pada Tanaman Cabai
Jumat / 19-06-2026, 12:48 WIB
IHSG Melemah ke 6.127 Usai MSCI Turunkan Peringkat Transparansi Pasar Modal Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 12:48 WIB
BPJPH Perkuat Ekosistem Halal Lewat Kerja Sama Kampus dan Industri
Jumat / 19-06-2026, 12:48 WIB
Posko SPMB Jaksel Tangani 1.294 Aduan Masyarakat
Jumat / 19-06-2026, 12:48 WIB
Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Lama Mbongawani di Ende, Pastikan Kesiapan Operasional
Jumat / 19-06-2026, 12:48 WIB
Jonathan David Saingi Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 12:48 WIB
Kemenperin Matangkan Insentif Motor Listrik, Pakar Soroti Standar Keselamatan
Jumat / 19-06-2026, 12:46 WIB
Pemerintah Indonesia Kantongi Dukungan China untuk Terbitkan Panda Bond
Jumat / 19-06-2026, 12:46 WIB
Piala Dunia 2026 Catat Rekor Kartu Merah Tercepat
Jumat / 19-06-2026, 12:46 WIB
Ahn Hyo Seop Bintangi Drakor Romantis Komedi Sold Out On You, Tayang April 2026
Jumat / 19-06-2026, 12:46 WIB
The Trans Resort Bali Hadirkan Chef Michelin untuk Kuliner Eksklusif
Jumat / 19-06-2026, 12:45 WIB
Cara Mengatasi WiFi Lemot di HP dengan Mudah dan Praktis
Jumat / 19-06-2026, 12:45 WIB






