Kementerian Pertanian (Kementan) mengeluarkan peringatan terkait penggunaan obat paracetamol dan vitamin B complex untuk menyuburkan tanaman cabai.

Peringatan ini menyusul aksi seorang petani yang menggunakan bahan tersebut dan videonya viral di media sosial.

in1

>>> IHSG Melemah ke 6.127 Usai MSCI Turunkan Peringkat Transparansi Pasar Modal Indonesia

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menegaskan bahwa belum ada kajian resmi di Indonesia yang merekomendasikan obat manusia sebagai sarana produksi pertanian.

Penggunaan senyawa farmasi secara luas tanpa dasar ilmiah berpotensi memicu residu pada lingkungan dan masuk ke rantai pangan.

Selain itu, praktik ini dinilai dapat mengganggu ekosistem dan mikroorganisme tanah.

Muhammad Agung Sunusi juga menyebutkan bahwa penggunaan obat manusia untuk tanaman berpotensi menyebabkan pemborosan biaya produksi karena efektivitasnya belum terbukti.

Praktik tersebut juga menciptakan persepsi keliru bahwa obat manusia bisa menggantikan input pertanian resmi.

>>> Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan 100 Basis Poin dalam Sebulan

Beberapa studi internasional berbasis laboratorium menunjukkan bahwa tanaman dapat menyerap dan mengakumulasikan paracetamol pada jaringannya dalam kondisi tertentu.

Muhammad Agung Sunusi menekankan bahwa pendekatan budidaya yang mengacu pada Good Agricultural Practices (GAP) tetap menjadi pilihan paling aman bagi petani maupun konsumen.

Kementan kini melakukan langkah antisipasi melalui penyuluhan, pendampingan, dan edukasi mengenai pentingnya pupuk serta pestisida berizin edar.

Monitoring dan pembinaan lapangan juga diperkuat bersama dinas pertanian daerah. Tujuannya untuk meningkatkan literasi digital petani agar tidak mudah mengikuti praktik yang belum terbukti secara ilmiah.

Sebelumnya, seorang petani mengunggah video yang menunjukkan penggunaan satu kotak paracetamol dan sekantong plastik vitamin B complex pada perkebunan cabainya.

>>> Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Energi Nasional Merata Hingga Wilayah 3T

Petani tersebut mengklaim metode alternatif itu berhasil membuat tanamannya subur di tengah dampak pelemahan rupiah.