Indonesia dan Kuwait sepakat memperkuat kerja sama di bidang ketahanan energi. Kesepakatan ini diambil di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang masih berlangsung.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Alyassin di Jakarta.

in1

>>> Diskon 30% Kereta Ekonomi Mulai Besok, 755 Ribu Tiket Masih Tersedia

“Indonesia dan Kuwait memiliki hubungan diplomatik dengan fondasi yang kuat. Hal ini penting dalam memperluas kerja sama bilateral.

Kedua negara sepakat untuk terus bekerja sama dalam ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik,” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Proyek Eksplorasi Migas dan MoU

Kerja sama energi kedua negara telah berlangsung melalui sejumlah proyek strategis.

Salah satunya keterlibatan Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) dalam delapan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia.

Delapan proyek eksplorasi migas tersebut berlokasi di Pulau Buton, Laut Natuna, dan Kalimantan Timur. Konsorsium KUFPEC Indonesia BV juga melakukan eksplorasi migas di wilayah Anambas.

Kolaborasi di sektor energi diperkuat melalui Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Migas dan Petrokimia yang disepakati pada 2019.

>>> Granit Xhaka Balas Kritikan dengan Selebrasi Emosional di Piala Dunia 2026

Selain energi, Indonesia dan Kuwait juga telah menyepakati sejumlah MoU, antara lain MoU Pembentukan Komisi Bersama, MoU Kerja Sama Ekonomi dan Teknik tahun 2007, dan MoU Kerja Sama Perdagangan tahun 2007.

“Berbagai Nota Kesepahaman yang dimiliki kedua negara menunjukkan signifikansi peran Indonesia bagi Kuwait, khususnya di bidang ekonomi,” ujar Duta Besar Khalid.

Kedua pihak juga sepakat mendorong percepatan penyelesaian perundingan Indonesia-GCC Free Trade Agreement, yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Hubungan ekonomi Indonesia dan Kuwait menunjukkan tren positif.

Pada tahun 2025, total perdagangan kedua negara meningkat 10,69 persen menjadi 606 juta dolar AS, dari 547,5 juta dolar AS pada tahun 2024.

>>> Kiandra Ramadhipa Ukir Sejarah Baru di Moto3 Junior World Championship

Investasi Kuwait di Indonesia naik dari 290 ribu dolar AS di tahun 2024 menjadi 1,2 juta dolar AS pada tahun 2025, yang didominasi oleh sektor migas.