Kementan Larang Penggunaan Paracetamol untuk Tanaman Cabai
Kementerian Pertanian (Kementan) secara resmi melarang penggunaan obat manusia seperti paracetamol dan vitamin B complex untuk menyuburkan tanaman cabai.
Larangan ini dikeluarkan setelah video seorang petani yang menggunakan obat tersebut viral di media sosial.
>>> Jadwal MotoGP Ceko 19-21 Juni 2026 di Sirkuit Brno, Veda Ega Jadi Sorotan
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menegaskan bahwa metode tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dalam dunia pertanian.
"Belum terdapat bukti ilmiah yang memadai yang menunjukkan bahwa paracetamol dapat meningkatkan produktivitas cabai secara konsisten, aman, dan ekonomis di tingkat lapangan," ujarnya.
Praktik ini muncul karena petani berusaha menyiasati lonjakan harga pupuk akibat pelemahan nilai tukar rupiah.
Namun, Kementan menekankan bahwa penggunaan obat-obatan tersebut tidak dapat dijadikan acuan budi daya yang direkomendasikan.
>>> Pertamina Pantau Dua Kapal Tanker di Teluk Arab Pasca Konflik AS-Iran
Upaya Pemerintah Jaga Pasokan Pupuk
Agung mengakui fluktuasi nilai tukar mempengaruhi harga bahan baku pupuk dan pestisida. Namun, pemerintah berkomitmen mengamankan pasokan nasional melalui koordinasi dengan produsen, distributor, dan pemerintah daerah.
Pemerintah kini fokus mengawal penyaluran pupuk bersubsidi, menggalakkan pupuk organik lokal, dan menerjunkan penyuluh lapangan. Langkah ini bertujuan mengedukasi petani tentang efisiensi biaya tanam.
Video viral yang memicu larangan ini memperlihatkan seorang petani mengaku berhasil membuat tanamannya tumbuh hijau menggunakan paracetamol dan vitamin B complex.
"Cabai ya dipakai paracetamol, ada vitamin B complex, tapi ya jadinya joss," katanya dalam video tersebut.
>>> FIFA dan Lenovo Hadirkan Football AI Pro untuk 48 Negara di Piala Dunia 2026
Kementan menegaskan kembali bahwa paracetamol dan vitamin B complex tidak direkomendasikan untuk menyuburkan tanaman cabai. Petani diimbau mengikuti praktik pertanian yang telah teruji secara ilmiah.
Update Terbaru
TOP 50 Acara TV dan Rating Terbaik Hari ini 20 Juni 2026 ada Beri Cinta Waktu Salib Asmara Gen Z
Jumat / 19-06-2026, 13:12 WIB
Meksiko Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korea Selatan
Jumat / 19-06-2026, 13:12 WIB
Wamenaker Mediasi PHK 133 Pekerja PT Amos Indah Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 13:12 WIB
Penyebab PIP Siswa Tidak Bisa Dicek dan Solusi Mengatasinya
Jumat / 19-06-2026, 13:12 WIB
Chery Resmi Beri Nama Stockman untuk Truk Pikap Hibrida di Australia
Jumat / 19-06-2026, 13:12 WIB
KB Bank Pangkas 662 Karyawan, Dua Direktur Ajukan Pengunduran Diri
Jumat / 19-06-2026, 13:11 WIB
BPJS Kesehatan: Keberhasilan JKN Butuh Kolaborasi Semua Pihak
Jumat / 19-06-2026, 13:10 WIB
Kemenkeu: 348.071 Warga Bengkulu Manfaatkan Program MBG
Jumat / 19-06-2026, 13:10 WIB
Kejati Sumsel Nyatakan BRI Bersih dari Kasus Korupsi Kredit
Jumat / 19-06-2026, 13:10 WIB
Calon Pengantin Italia Tewas dalam Kecelakaan di Yunani
Jumat / 19-06-2026, 13:10 WIB
Christian Pulisic Absen Latihan, AS Khawatir Hadapi Australia
Jumat / 19-06-2026, 13:08 WIB
Samsung Kembangkan Teknologi 3D Stacked FET untuk Chip Generasi Berikutnya
Jumat / 19-06-2026, 13:05 WIB
Apple Bersiap Naikkan Harga Produk Akibat Lonjakan Biaya Chip Memori
Jumat / 19-06-2026, 13:05 WIB
Gangguan Pembangkit PLN Picu Pemadaman Listrik di Jawa Tengah
Jumat / 19-06-2026, 13:05 WIB






