Posko Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jakarta Selatan yang berlokasi di SMAN 70 Jakarta telah menangani sebanyak 1.294 aduan masyarakat selama pelaksanaan SPMB 2026.

Kasubag Tata Usaha Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan Rosmiati menyatakan bahwa sebagian besar aduan berkaitan dengan kendala teknis saat proses pendaftaran daring.

in1

>>> Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Lama Mbongawani di Ende, Pastikan Kesiapan Operasional

Selain masalah teknis, banyak aduan juga terkait hasil verifikasi dokumen prestasi yang menyebabkan perubahan tingkat kejuaraan pada sertifikat yang diajukan.

Rosmiati menjelaskan bahwa sejumlah sertifikat yang awalnya didaftarkan sebagai prestasi tingkat nasional mengalami penyesuaian menjadi tingkat provinsi setelah verifikasi.

"Ada yang turun dari tingkat nasional ke tingkat provinsi. Tentunya, itu mempengaruhi poinnya," ujar Rosmiati.

Salah satu contohnya adalah peserta yang mendaftarkan sertifikat kejuaraan kategori nasional, namun setelah verifikasi dinyatakan masuk kategori tingkat provinsi sehingga berdampak pada nilai seleksi.

>>> Jonathan David Saingi Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Posko juga menerima pertanyaan dan konsultasi melalui layanan daring. Dalam sehari, layanan WhatsApp menerima sekitar 400 hingga 500 pesan, sedangkan layanan telepon di bawah 100 panggilan.

Jumlah pengunjung yang datang langsung ke posko tercatat sekitar 100 hingga 150 orang per hari selama masa pendaftaran.

Posko SPMB Jakarta Selatan Wilayah II juga menyediakan pendampingan bagi orang tua yang kesulitan menggunakan perangkat digital atau memahami alur pendaftaran.

"Kita akui tidak semua orang tua menguasai pakai gadget, jadi dibantu oleh tim admin kita, registrasi di sini sampai selesai," ungkap Rosmiati.

>>> Kemenperin Matangkan Insentif Motor Listrik, Pakar Soroti Standar Keselamatan

Hingga tahap lapor diri, pelaksanaan SPMB di wilayah tersebut berjalan relatif lancar meskipun masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi masyarakat.