Ketergantungan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap dana pribadi masih sangat tinggi. Hal ini terungkap dalam riset terbaru dari Perbanas.

Ketua Bidang Riset dan Kajian Ekonomi dan Perbankan Perbanas, Aviliani, menyatakan sekitar 88 persen pelaku UMKM mengandalkan dana pribadi sebagai sumber modal utama.

in1

>>> BGN Hemat Rp3,4 Triliun Selama Libur Sekolah dengan Hentikan MBG

Sementara itu, pembiayaan dari lembaga keuangan mikro hanya sekitar 32 persen.

Dari porsi dana eksternal yang kecil, kontribusi perbankan hanya mencapai 49 persen. Artinya, akses terhadap kredit UMKM belum menjadi pilihan utama bagi sebagian besar pelaku usaha.

Tenaga Kerja Keluarga dan Profesionalisme

Selain pembiayaan, Aviliani menyoroti aspek sumber daya manusia. Sekitar 95 persen pelaku UMKM masih memanfaatkan tenaga kerja dari lingkungan keluarga.

Banyak anggota keluarga yang terlibat belum memperoleh kompensasi memadai. Data survei menunjukkan pekerja yang menerima bayaran hanya 48 persen, sementara yang tidak dibayar mencapai 62 persen.

Menurut Aviliani, UMKM perlu dikelola secara profesional meskipun skalanya masih kecil. Dengan tata kelola yang lebih baik, usaha dapat siap berkembang.

>>> Vasanta Group Luncurkan Kluster Southbank di Shila at Sawangan

Mayoritas UMKM masih berbentuk usaha perorangan. Perusahaan yang naik kelas biasanya mulai melibatkan pihak lain sebagai pemegang saham atau mitra usaha.

Riset juga menunjukkan rendahnya penyaluran kredit bukan semata-mata karena kendala pasokan. Pada kelompok usaha informal, 87 persen tidak mengajukan kredit, dan hanya 18 persen yang mengajukan.

Dari yang tidak mengajukan, 51 persen menyatakan tidak membutuhkan kredit karena modal sendiri dianggap cukup.

Suku bunga tinggi bukan alasan utama, dan agunan hanya disebut 10 persen responden sebagai kendala.

>>> Asuransi Perawatan Kesuburan di Jepang Tingkatkan Angka Kehamilan

Pada UMKM formal, pola serupa terlihat: 84 persen tidak mengajukan kredit, sementara yang mengajukan hanya 11 persen. Aviliani menegaskan tantangan terbesar ada di sisi permintaan, bukan penawaran.