PT BYD Motor Indonesia memberikan klarifikasi terkait penumpukan ribuan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Klarifikasi ini menyusul pernyataan Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang menyebut sejumlah perusahaan, termasuk BYD, belum mengeluarkan kontainer meski sudah mendapat izin.

in1

>>> Pendaftaran Akun KIP Kuliah 2026 Dibuka Mulai 3 Februari

Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Ia menjelaskan bahwa penumpukan dipengaruhi faktor operasional dan logistik, seperti volume kedatangan barang bersamaan, hari libur nasional, dan kepadatan jalur distribusi.

Luther menegaskan bahwa jumlah kontainer milik BYD hanya sebagian kecil dari total volume yang menjadi perhatian. Perusahaan telah menambah armada logistik sejak awal Juni 2026 untuk mengurai kepadatan.

>>> Bisnis Daun Bambu Dorong Ekonomi Pedesaan di Anhui, China Timur

Mayoritas kontainer yang tiba sebelumnya sudah dipindahkan. BYD juga menyiapkan tempat penyimpanan sementara di sekitar pelabuhan untuk mempercepat pengeluaran barang.

Manajemen membantah adanya unsur kesengajaan dalam penundaan. Biaya penyimpanan dan penalti harian di pelabuhan dinilai lebih besar dibandingkan biaya logistik perusahaan.

Luther meluruskan informasi bahwa kontainer tersebut berisi komponen untuk proses perakitan, bukan mobil utuh yang siap jual.

>>> Prabowo Minta Bank Himbara Tak Hanya Cari Untung, Tapi Dukung Ekonomi

BYD terus memantau pemindahan sisa muatan dan menargetkan penyelesaian dalam waktu dekat.