Harga minyak mentah dunia bergerak fluktuatif setelah sempat menyentuh level terendah. Pasar kembali sensitif terhadap perkembangan situasi geopolitik global.

Pada penutupan perdagangan, minyak Brent naik 30 sen atau 0,38 persen ke level US$ 79,85 per barel.

in1

>>> Benelli Tawarkan Dua Motor Cruiser 250 cc untuk Pasar Indonesia

Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) justru melemah 19 sen atau 0,25 persen ke US$ 76,60 per barel.

Analis menilai pergerakan ini menunjukkan betapa sensitifnya pelaku pasar saat ini. Pernyataan dari wakil presiden Amerika Serikat dinilai berpotensi memicu ketegangan global.

Fokus pada Selat Hormuz

John Kilduff, mitra di Again Capital, menyatakan bahwa gangguan kecil pada pasokan dapat memicu reaksi pasar yang besar.

Fokus utama pelaku pasar kini tertuju pada Selat Hormuz, jalur vital yang sebelumnya menyalurkan sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia.

Setiap disrupsi di wilayah ini diyakini akan memberikan tekanan baru pada harga.

Di sisi lain, terdapat kesepakatan 14 poin antara Amerika Serikat dan Iran yang memperpanjang gencatan senjata April selama 60 hari masa negosiasi.

Kesepakatan ini juga mengatur pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz secara bertahap dalam 30 hari.

>>> Saham Wall Street Menguat Dipicu Sektor Semikonduktor dan Pakta Damai

Langkah tersebut mencakup wilayah Lebanon yang menjadi lokasi operasi militer Israel terhadap Hezbollah.

Perjanjian bilateral ini menunda beberapa isu besar termasuk program nuklir Iran. Rencana pendanaan pemulihan Iran senilai 300 miliar dolar AS dari mitra global turut disertakan.

Goldman Sachs memproyeksikan ekspor minyak Teluk akan kembali normal pada akhir Juli.

Produksi minyak mentah diperkirakan pulih sepenuhnya pada Oktober mendatang, dengan kenaikan arus Hormuz hingga 13 juta barel per hari atau sekitar 70 persen dari level sebelum konflik.

Sementara itu, BNP Paribas menilai harga minyak tidak akan kembali ke tingkat sebelum perang. Lembaga ini memproyeksikan level 75 dolar AS per barel menjadi batas bawah yang bertahan.

Ketegangan geopolitik lain datang dari Eropa Timur. Ukraina kembali meluncurkan serangan udara terhadap fasilitas kilang minyak di Moskow, yang merupakan aksi kedua dalam sepekan.

>>> Trans Luxury Hotel Surabaya Tawarkan Promo Menginap Mulai Rp999 Ribu

Aksi militer ini dinilai sebagai unjuk peningkatan kemampuan tempur.