Harga minyak dunia mencatat penurunan mingguan yang tajam setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara.

Kesepakatan ini membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai kembali normal, meredakan guncangan pasokan terbesar di pasar minyak mentah global.

in1

>>> Studi Ungkap Ciri Kepribadian Orang Berpenghasilan Tinggi

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus merosot mendekati US$75 per barel, dengan akumulasi penurunan kontrak lebih dari 9% sepanjang pekan ini.

Sementara itu, minyak mentah Brent ditutup di bawah level US$80 per barel.

Sejumlah kapal pengangkut minyak yang sebelumnya tertahan mulai meninggalkan jalur perairan strategis tersebut sejak Kamis.

Kuwait juga mengumumkan rencana untuk segera meningkatkan volume produksi minyak mereka.

Komando Pusat AS menyatakan telah mencabut blokade lalu lintas kapal yang menuju maupun berasal dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.

Namun, Joint Maritime Information Center tetap mengimbau kapal-kapal yang melintas untuk menggunakan rute dekat pantai Oman guna menghindari risiko ranjau.

Presiden AS Donald Trump menyambut positif perkembangan ini dan menepis kritik dari kelompok garis keras yang menilai kesepakatan tersebut terlalu menguntungkan Teheran.

"Pasar menyukai apa yang terjadi saat ini, dengan harga minyak turun jauh dan saham melonjak," tulis Trump di media sosial.

Aksi jual yang masif membuat kontrak berjangka minyak kini menghapus hampir seluruh lonjakan harga akibat ketegangan bersenjata yang pecah pada Februari lalu.

>>> IHSG Diprediksi Konsolidasi Jelang Rebalancing FTSE dan Keputusan MSCI

Konflik tersebut sebelumnya dipicu oleh serangan AS dan Israel ke Iran terkait program nuklir, yang berujung pada blokade ganda di Selat Hormuz oleh Teheran dan Washington.