Faktor pendidikan atau keberuntungan sering dianggap sebagai penentu utama kesuksesan finansial. Namun, sejumlah riset menunjukkan bahwa karakter personal memiliki andil besar dalam pencapaian ekonomi seseorang.

Sikap, pola pengambilan keputusan, serta metode menghadapi tantangan harian membentuk kebiasaan khas pada individu berpendapatan besar.

in1

>>> IHSG Diprediksi Konsolidasi Jelang Rebalancing FTSE dan Keputusan MSCI

Karakter ini mendukung perumusan tindakan yang matang, pembangunan jaringan relasi yang kokoh, dan konsistensi target.

Penelitian dari Panel Sosial Ekonomi (SOEP) di Jerman bersama Universitas Munster mengonfirmasi adanya perbedaan kepribadian yang menonjol pada kaum kaya.

Pola ini terlihat jelas pada kelompok jutawan yang membangun kekayaannya secara mandiri.

Para figur sukses tersebut dilaporkan memiliki tingkat toleransi risiko yang tinggi, stabilitas emosi yang kuat, serta sifat terbuka.

Selain itu, mereka umumnya juga tergolong sebagai individu ekstrovert dan sangat teliti.

Profesor psikologi Universitas Munster, Mitja Back, menyatakan bahwa studi ini menjadi riset perdana yang memetakan kepribadian miliarder lewat basis data yang kokoh.

Kepribadian tersebut dinilai krusial karena memengaruhi cara berpikir dan bertindak di masyarakat.

"Ini adalah studi pertama yang menggambarkan kepribadian para jutawan menggunakan data yang kuat," kata Back dalam sebuah pernyataan.

"Karena orang kaya memiliki pengaruh khusus terhadap proses pengambilan keputusan di masyarakat dan karena kepribadian memiliki pengaruh yang menentukan terhadap cara orang berpikir dan berperilaku, penyelidikan terhadap ciri-ciri kepribadian para jutawan sangat relevan secara sosial," sambungnya.

Proyek ilmiah SOEP yang berjalan sejak 1984 ini membedah data lebih dari 20.000 partisipan, termasuk di antaranya 1.000 jutawan.

Kecenderungan watak serupa rupanya tetap ditemukan pada masyarakat umum yang berhasil menaikkan pendapatan lewat jerih payah sendiri.