>>> MSCI Soroti Enam Kelemahan Pasar Modal Indonesia dalam Laporan 2026

Pengaruh Sifat Teliti dan Kemampuan Bersosialisasi

Riset lain dalam Jurnal University of Chicago mengukur korelasi antara karakter psikologis tertentu dengan besaran upah kerja.

in1

Melalui indikator "Lima Besar" yang menguji keterbukaan, ketelitian, ekstroversi, keramahan, dan neurotisme, diperoleh kesimpulan mengenai potensi pendapatan individu.

Salah satu peneliti, Weilong Zhang, mengutarakan bahwa tingkat ketelitian yang tinggi menjadi parameter kuat dalam memprediksi nominal pendapatan.

Karakter ini dipandang sebagai instrumen determinan dalam memicu penawaran upah yang lebih kompetitif di pasar tenaga kerja.

Sifat teliti meminimalkan potensi pemutusan hubungan kerja karena pekerja dianggap bertanggung jawab, rapi, dan terorganisasi.

Kelompok ini juga dinilai piawai dalam mengelola waktu kerja secara efektif dan tangguh di bawah tekanan.

"Orang yang teliti sering dianggap dapat diandalkan dan pekerja keras, sementara kestabilan emosional memungkinkan seseorang untuk menangani stres secara efektif.

Keduanya sangat dihargai oleh para pemberi kerja," katanya.

Sebaliknya, aspek keramahan atau sifat mudah bergaul memberikan dampak yang bercabang dalam urusan finansial.

Karakter yang terlalu menghindari konflik terkadang justru menghambat proses tawar-menawar hak ekonomi dalam ekosistem profesional.

"Orang yang sangat mudah bergaul cenderung menghindari konflik, yang dapat membuat mereka kurang tegas dalam negosiasi," ujarnya.

>>> MSCI Soroti Penurunan Transparansi Bursa Saham Indonesia

Kecenderungan memprioritaskan harmoni komunikasi tersebut berisiko membuat individu lebih sering mengalah dalam situasi kerja. Kondisi ini pada akhirnya berpotensi memengaruhi hasil akhir dari kompensasi finansial yang mereka terima.