Wakil Presiden AS JD Vance meremehkan kekhawatiran mengenai potensi Iran mengenakan biaya lintasan bagi kapal-kapal di selat tersebut.

Ia menambahkan bahwa tenggat waktu 60 hari untuk merampungkan rincian nota kesepahaman kini sudah mulai berjalan.

in1

Meski harga minyak terus melandai, pemulihan total operasional Selat Hormuz diprediksi memerlukan koordinasi rumit yang memakan waktu, mulai dari pembersihan ranjau hingga pengaktifan kembali infrastruktur sumur minyak.

Beberapa pemilik kapal dilaporkan masih bersikap sangat hati-hati.

"Semua orang ingin mengeluarkan kapal-kapal mereka, tetapi suasana saat ini menunjukkan bahwa Anda tidak harus menjadi yang pertama melakukannya," kata Jan Rindbo, Chief Executive Officer D/S Norden A/S.

"Jelas, dengan kembali normalnya lalu lintas pelayaran, kepercayaan akan meningkat. Namun situasinya masih fragile, dan tidak dibutuhkan banyak hal untuk membuat kepercayaan itu kembali menghilang," ujarnya.

Pada perdagangan pukul 06.24 waktu Singapura, minyak mentah WTI untuk pengiriman Juli sempat naik 0,6% ke level US$77,02 per barel.

>>> MSCI Soroti Enam Kelemahan Pasar Modal Indonesia dalam Laporan 2026

Namun, kontrak Agustus yang lebih aktif diperdagangkan justru turun 0,4% ke posisi US$75,57 per barel, sedangkan Brent untuk pengiriman Agustus ditutup naik 0,4% ke US$79,85 per barel pada hari Kamis.