Klub bola voli putri Korea Selatan, Suwon Hyundai E&C Hillstate, resmi mendatangkan bintang voli Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi dan pemain Amerika Serikat Jordan Wilson.

Keduanya diharapkan mampu mendongkrak popularitas klub sekaligus memperbesar peluang Hyundai E&C merebut kembali takhta juara V-League Korea Selatan.

in1

>>> Indonesia Berpeluang Pertahankan Status Emerging Market MSCI

Sebelumnya, Megawati sukses menampilkan performa impresif saat membela klub Daejeon JungKwanJang Red Sparks.

Pemain andalan Indonesia itu menyatakan antusiasmenya setelah resmi bergabung dengan skuad barunya.

"Saya sangat senang bergabung dengan Hyundai E&C. Terima kasih sudah memilih saya.

Saya berharap bisa memberikan hasil yang lebih baik dibanding beberapa musim terakhir dan akan berusaha semaksimal mungkin membantu tim," ujar Megawati.

Tandem Baru dari Amerika Serikat

Manajemen Hyundai E&C sengaja memilih Jordan Wilson sebagai tandem Megawati karena dinilai memiliki kemampuan bertahan dan receive yang solid.

Dengan demikian, Megawati dapat fokus menjadi mesin pendulang poin.

Wilson, yang kerap disebut memiliki kemiripan visual dengan Jennie BLACKPINK, mengaku siap membangun kemitraan yang solid di lapangan.

>>> Amar Bank Cetak Laba Bersih Rp71,12 Miliar di Kuartal I 2026, Bagikan Dividen Rp110,1 Miliar

"Saya bukan tipe orang yang pemalu atau menghindari orang lain. Saya cenderung terbuka dan hangat kepada siapa pun.

Saya harap Mega menyukai sisi itu," kata Jordan.

Perekrutan ini melengkapi komposisi tim di bawah asuhan Kang Sung-hyung yang menargetkan posisi papan atas.

Dalam tiga musim terakhir, timnya selalu gagal meraih posisi tertinggi.

"Saya percaya Jordan bermain bola voli sebagus penampilannya.

Dengan bergabungnya Mega dan Jordan, kami akan menjaga peluang juara tetap terbuka dan mempersiapkan tim sebaik mungkin," ujar Kang Sung-hyung, Pelatih kepala Hyundai E&C.

>>> Harga Emas Antam 19 Juni 2026 Turun Rp 30.000, Kini Rp 2.673.000 per Gram

Rampungnya proses tryout pemain asing di Praha, Republik Ceko, menandai kembalinya sistem perekrutan pemain asing di V-League ke mekanisme free agency.