TikTok mengungkapkan bahwa masyarakat Asia Tenggara rata-rata membuka aplikasi tersebut sebanyak 15 kali dalam sehari. Data ini dipaparkan dalam acara TikTok Apps Summit 2026 di Singapura.

Frekuensi akses yang tinggi menegaskan posisi TikTok sebagai salah satu aplikasi digital paling aktif di kawasan.

in1

>>> Meksiko Kalahkan Korea Selatan 1-0, Kokoh di Puncak Grup A

Lonjakan aktivitas menonton video terjadi pada pukul 17.00 hingga 22.00 waktu setempat, dengan puncak konsumsi sekitar pukul 20.00.

Platform ini mengklaim telah menjangkau lebih dari 460 juta pengguna di Asia Tenggara. Angka itu setara dengan 81 persen dari total pengguna internet mobile di kawasan tersebut.

TikTok juga mengutip riset Kantar Media Reactions 2025 yang menempatkannya sebagai platform nomor satu dalam kategori perhatian pengguna.

"Pengguna di Asia Tenggara datang ke TikTok berkali-kali dalam sehari.

Rata-rata mereka membuka aplikasi sekitar 15 kali setiap hari," ujar Ng Chew Wee, Head of Business Marketing APAC TikTok.

>>> Filipina Dorong ASEAN-Rusia Perkuat Kerja Sama Lawan Siber dan Ancaman Maritim

Pihak manajemen menilai kebiasaan ini mengubah platform menjadi ruang bagi kreator, pengembang aplikasi, pelaku usaha, hingga pengiklan untuk menjangkau audiens luas.

Tingginya penetrasi pasar dimanfaatkan untuk memperluas layanan seperti TikTok Shop, ekosistem kreator, dan solusi pemasaran digital.

"Kami telah mencapai sekitar 81 persen pengguna internet mobile di Asia Tenggara.

Ketika Anda sudah mencapai angka 80 persen, secara praktis hampir semua orang ada di TikTok," kata Ng Chew Wee.

>>> Meksiko Kunci Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Korea Selatan

Volume tayangan video meningkat secara bertahap sejak pagi hari, stabil pada siang hari, lalu melonjak signifikan menjelang malam sebelum menurun setelah pukul 22.00.