TikTok mengumumkan bahwa platformnya kini telah menjangkau lebih dari 460 juta pengguna di seluruh Asia Tenggara.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 81 persen dari total pengguna internet mobile di kawasan ini.

in1

>>> Tongkang Batu Bara 80.000 Ton Didamparkan di Pantai Sukaresik Pangandaran

Pengumuman itu disampaikan dalam ajang TikTok Apps Summit 2026 yang digelar di Singapura.

Transformasi Menjadi Ekosistem Digital

Head of Business Marketing APAC TikTok, Ng Chew Wee, mengatakan capaian ini menegaskan posisi TikTok yang telah bertransformasi menjadi bagian dari aktivitas digital harian masyarakat.

"Kami telah mencapai sekitar 81 persen pengguna internet mobile di Asia Tenggara.

Ketika Anda mencapai 80 persen, secara praktis hampir semua orang ada di TikTok," ujar Ng Chew Wee.

Skala ekspansi yang masif ini mengubah fungsi TikTok dari sekadar media hiburan menjadi ekosistem terintegrasi.

Platform ini mempertemukan kreator, pelaku usaha, pengembang aplikasi, dan pengiklan secara langsung.

>>> Garena Rilis Kode Redeem FF 19 Juni 2026 untuk Klaim Item Eksklusif

Selain pertumbuhan basis pengguna, TikTok juga menekankan pentingnya atensi pengguna sebagai elemen krusial ekonomi digital baru.

Berdasarkan riset Kantar Media Reactions 2025, TikTok menempati peringkat pertama dalam kategori platform for attention.

Kemampuan mempertahankan fokus pengguna di tengah persaingan aplikasi digital menjadi indikator keberhasilan yang vital.

Aspek perhatian ini berpengaruh langsung pada tingkat keterlibatan, durasi penggunaan, serta efektivitas kampanye pemasaran digital.

Pergeseran industri teknologi kini tidak lagi hanya berpusat pada penambahan jumlah pengunduh, tetapi juga menjaga pengguna tetap aktif.

Dengan modal ratusan juta pengguna di Asia Tenggara, TikTok berupaya mengoptimalkan potensi pasar untuk memperluas lini bisnis.

>>> AI Pangkas Waktu Pengembangan Aplikasi Jadi Tiga Bulan

Lini tersebut mencakup konten video pendek, fitur e-commerce TikTok Shop, hingga penyediaan solusi pemasaran digital.