Abu Dhabi National Oil Co. (Adnoc) menginstruksikan para pelanggannya untuk melanjutkan pemuatan minyak mentah dari beberapa pelabuhan di Teluk Persia pada Jumat, 19 Juni 2026.

Langkah ini diambil demi menjaga kelancaran pasokan energi global, sebagaimana diumumkan melalui surat pemberitahuan resmi kepada para pembeli jangka panjang.

in1

>>> IHSG Ambles ke Level 6.127 pada Sesi I, 5 Saham Justru Melesat hingga ARA

Perusahaan pelat merah Uni Emirat Arab itu menyatakan bahwa pasokan minyak mentah dari fasilitas pelabuhan di Pulau Das dan Pulau Zirku sudah siap diangkut sejak 27 April 2026.

Manajemen menegaskan bahwa kelalaian mitra dalam mengangkut muatan akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap kewajiban pengambilan kontrak yang telah disepakati.

Kebijakan ini diambil setelah mencermati perkembangan stabilitas geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait kelancaran jalur pelayaran internasional.

>>> Asnawi Mangkualam Lamar Yuriska Patricia di Atas Yacht di Bali

"Mengingat kesepakatan AS-Iran baru-baru ini dan arus lalu lintas yang diperkirakan tidak terganggu melalui Selat Hormuz, kami berharap semua kargo akan diangkat sesuai program pemuatan yang dipublikasikan," ujar pihak manajemen Adnoc.

Untuk mengantisipasi kendala logistik, Adnoc menyatakan siap membantu menyediakan kapal tanker milik perusahaan atau dari afiliasi jika pembeli mengalami kesulitan armada.

>>> Kemensos Batasi Desil Penerima Bansos BPNT Juni 2026, Ini Cara Ceknya

Perusahaan juga mengingatkan aturan kompensasi finansial: pembeli wajib membayar ganti rugi jika terjadi kegagalan pengiriman, sesuai syarat dan ketentuan umum penjualan minyak mentah.