Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengupayakan pemenuhan kekurangan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT PLN (Persero) sekitar 20 juta ton pada tahun ini.

Pemerintah mencatat total kebutuhan batu bara untuk PLN mencapai 154 juta ton sepanjang 2026. Realisasi pasokan yang telah terpenuhi saat ini baru mencapai 134 juta ton.

in1

>>> MAMI Catat Dana Kelolaan Reksa Dana Dolar AS Capai US$468 Juta

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan bahwa sisa pasokan yang dibutuhkan masih terus dikejar. "Dan itu kekurangan 20 [juta ton] itu lagi diusahakan," ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Evaluasi Kebutuhan Energi Primer PLN

Defisit pasokan ini sebelumnya diungkapkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI pada Senin (15/6/2026).

Informasi tersebut muncul di tengah isu kelangkaan stok batu bara yang memicu pemadaman listrik bergilir di Jawa.

Kementerian ESDM telah menggelar rapat koordinasi selama hampir 5,5 jam bersama Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo beserta jajaran direksi.

>>> Harga Ayam Pejantan Superindo 28 April 2026 Turun Jadi Rp 35.900

Langkah ini dilakukan untuk mengamankan kepatuhan pasokan dari para pelaku usaha.

Bahlil menjelaskan, dari 190 juta ton yang sudah dikonfirmasi, sekitar 150-160 juta ton telah dipastikan.

Kontrak yang sudah ditandatangani mencapai 134 juta ton, sehingga masih ada kekurangan 20 juta ton yang belum dikontrakkan.

Selain masalah volume kontrak, pasokan batu bara berkalori medium yang memiliki kualitas lebih baik untuk operasional pembangkit dinilai semakin menipis di pasar domestik.

>>> Rafa Mir Divonis 8,5 Tahun Penjara karena Kekerasan Seksual

Menanggapi situasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pembentukan tim pengadaan PLN guna memperketat pengawasan pasokan energi primer.