Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dapat diturunkan kembali.

Hal ini seiring dengan fluktuasi harga minyak mentah global.

in1

>>> Polsek Pinggir Sita 4,22 Gram Sabu dari Jaringan Pengedar Siak

Kepastian tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Kamis (18/6). Sebelumnya, harga Pertamax mengalami kenaikan signifikan pada pertengahan Juni lalu.

Dilansir dari Detik Oto, harga Pertamax (RON 92) melonjak dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter.

Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Penjelasan Kementerian ESDM

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan bahwa pergerakan harga BBM nonsubsidi sangat bergantung pada kondisi pasar internasional.

Menurutnya, fluktuasi ini juga dialami oleh berbagai negara lain di dunia.

"Nah apakah bisa turun? Pasti.

Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM nonsubsidi juga akan turun," kata Anggia dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (18/6).

>>> Hugo Broos Diminta Ubah Taktik Afrika Selatan Hadapi Republik Ceko

Lebih lanjut, Anggia memaparkan bahwa para pelaku usaha di sektor ini dituntut untuk menyesuaikan tarif dengan nilai keekonomian yang berlaku.

Hal tersebut membuat potensi kenaikan harga tetap terbuka apabila harga minyak dunia kembali melonjak.

"Seiring berjalannya waktu, fluktuasi harga yang semakin dinamis, ini para pelaku usaha mau tidak mau harus menyesuaikan dengan harga keekonomian.

Seperti itu.

Jadi kalau ditanya akan turun nggak harga minyak dunia turun, pasti akan ada penyesuaian juga untuk penurunan harga BBM non-subsidi," tutur Anggia.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan komitmen untuk tidak menaikkan tarif BBM bersubsidi.

Langkah penahanan harga tersebut sengaja diambil demi menjaga daya beli kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak gejolak ekonomi.

>>> Kanada vs Qatar: Laga Penentu di Grup B Piala Dunia 2026

"Inilah kebijakan Presiden untuk menjaga BBM subsidi tidak naik harganya, sesulit apapun kondisi geopolitik di luar sana, ini yang tetap dijaga," kata Anggia.