Anime Corner berkesempatan mewawancarai Reiji Miyajima, kreator Rent-a-Girlfriend, saat kunjungannya ke DOKOMI di Düsseldorf.

Dalam perbincangan ini, ia mengungkap gagasan di balik serial tersebut, proses kreatifnya, serta ketertarikannya pada kisah cinta dan koneksi manusia di dunia modern.

in1

>>> RADWIMPS Rilis Video Live 'Tamamono' Jelang Tayang Perdana di Netflix

Fenomena Pacar Sewaan sebagai Inspirasi

Miyajima menjelaskan bahwa fenomena pacar sewaan di Jepang menarik perhatiannya karena mencerminkan cara berpikir modern: ingin mendapatkan hubungan dengan cepat, seperti halnya dalam komedi romantis yang menuntut perkembangan instan.

Ia melihat profesi ini sebagai motif yang unik dan nyata.

Menurutnya, di era media sosial yang serba cepat, hubungan justru menjadi semakin dangkal.

Kazuya, sang protagonis, digambarkan sebagai sosok heroik karena tetap berpegang pada satu hubungan di tengah arus koneksi yang longgar.

Antara Perasaan Nyata dan Sewaan

Miyajima mengaku masih mencari makna keaslian dalam hubungan. Ia berpendapat bahwa kita tidak pernah benar-benar tahu perasaan pasangan, baik itu pacar sewaan maupun pacar sungguhan.

Meski demikian, ia percaya pasti ada perbedaan, dan terus mengeksplorasinya dalam setiap bab.

Keseimbangan antara komedi dan keseriusan sengaja dijaga. Miyajima mengatakan bahwa serial ini sekitar 90 persen komedi dan 10 persen serius.

Tujuannya adalah membuat pembaca tertawa, lalu tiba-tiba tersentuh hingga menangis.

Topeng atau peran yang dimainkan karakter merupakan motif berulang. Miyajima menekankan bahwa setiap dua orang yang berbeda pasti memiliki dinding atau topeng di antara mereka.

Ia ingin menyampaikan bahwa hubungan tidak sesederhana yang sering digambarkan dalam komedi romantis.

Dalam menggambarkan karakter perempuan, Miyajima mendandani mereka sesuai kepribadian.

Chizuru adalah wanita ideal dengan rambut hitam panjang, Ruka berpakaian imut untuk menarik perhatian Kazuya, Mami menonjolkan tulang selangka, sementara Sumi menggunakan banyak aksesori manis karena kurang percaya diri.