PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mencatat total dana kelolaan reksa dana berbasis dolar AS mencapai US$468 juta per April 2026.

Angka ini didorong oleh langkah investor yang memperluas diversifikasi ke aset global di tengah tren pelemahan rupiah.

in1

>>> Harga Ayam Pejantan Superindo 28 April 2026 Turun Jadi Rp 35.900

Perusahaan mengelola sejumlah produk investasi berbasis dolar AS, baik yang ditempatkan pada aset domestik (onshore) maupun pasar internasional (offshore).

Hingga akhir Mei 2026, produk-produk tersebut menunjukkan dinamika kinerja yang bervariasi.

Pasar masih menanti momentum pembalikan yang lebih kuat untuk reksa dana onshore berbasis obligasi dan saham.

Sementara itu, reksa dana pasar uang dolar AS tetap stabil, dan produk offshore berbasis saham global mencatat performa lebih solid berkat penguatan tema investasi dunia.

Optimisme pada Sektor Inovatif

"Momentum positif masih datang dari sektor kecerdasan buatan atau AI, semikonduktor, hingga energi terbarukan yang terus berkembang dan menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar global," ujar Dimas Ardhinugraha, Investment Specialist MAMI, pada Selasa (16/6/2026).

Mengacu pada fund factsheet Desember 2025, reksa dana dolar AS baik onshore maupun offshore berhasil membukukan kinerja positif.

Kondisi pasar yang mendukung berbagai kelas aset menjadi pemicu utama pencapaian tersebut.

"Kami melihat investor semakin aktif mencari peluang diversifikasi, termasuk melalui produk yang memiliki eksposur ke pasar modal negara lain.

>>> Rafa Mir Divonis 8,5 Tahun Penjara karena Kekerasan Seksual

Ini mencerminkan pendekatan investasi yang semakin matang," kata Dimas.

MAMI menilai reksa dana berbasis dolar AS ke depan masih memiliki daya tarik kuat, meski setiap kelas aset akan dipengaruhi sentimen berbeda.