Nilai tukar rupiah melemah 0,21 persen atau 37 poin ke posisi Rp17.762 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (17/6/2026).

Pelemahan terjadi di tengah indeks dolar AS (DXY) yang stagnan di level 99,53.

in1

>>> 4 Shio Diprediksi Stabil Finansial dalam 3 Bulan ke Depan

Sentimen Global dan Domestik

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut pergerakan pasar dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan internal.

Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu optimisme global.

Kesepakatan itu memungkinkan Iran melanjutkan ekspor minyak dan memperpanjang gencatan senjata.

Presiden AS Donald Trump menyatakan perjanjian tersebut mengesampingkan kepemilikan senjata nuklir bagi Iran.

>>> INPP Targetkan Pendapatan Berulang di Atas 75 Persen pada 2026

Fokus pasar juga tertuju pada persiapan pengumuman kebijakan moneter perdana Federal Reserve di bawah Ketua Kevin Warsh.

Investor menantikan proyeksi ekonomi terbaru meskipun bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan.

Dari dalam negeri, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 17-18 Juni 2026 menjadi perhatian.

BI sebelumnya menaikkan BI Rate 25 basis poin menjadi 5,50% pekan lalu untuk menjaga stabilitas rupiah.

>>> Kode Redeem FF 11 Mei 2026: Daftar dan Cara Klaim Diamond Gratis

Ibrahim memperkirakan rupiah akan kembali melemah pada rentang Rp17.760 hingga Rp17.800 per dolar AS pada perdagangan Kamis (18/6/2026).