Ekonom: BI Rate Naik untuk Jaga Rupiah dan Redam Inflasi Impor
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Hosianna Evalita Situmorang, menilai keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen pada Juni 2026 bertujuan memperkuat nilai tukar rupiah dan meredam tekanan inflasi impor.
"Pergeseran kebijakan ini mencerminkan upaya BI untuk memperkuat rupiah dari level saat ini sekitar Rp17.736 per dolar AS guna meredam inflasi impor," kata Hosianna saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.
>>> KPK Gelar Drama Musikal 'Sidik' untuk Kampanye Antikorupsi
Kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin tersebut merupakan yang ketiga secara berturut-turut sepanjang tahun ini. Menurut Hosianna, langkah itu sejalan dengan ekspektasi pasar.
Fokus BI terhadap stabilitas nilai tukar semakin mencuat seiring meningkatnya risiko eksternal.
Risiko itu termasuk potensi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS yang dapat memicu arus keluar modal dari negara berkembang.
Penguatan rupiah menjadi penting mengingat inflasi Indonesia pada Mei 2026 meningkat menjadi 3,08 persen secara tahunan. Inflasi inti tercatat sebesar 2,59 persen.
"BI menegaskan kembali komitmennya untuk menstabilkan ekspektasi inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi valuta asing yang berkelanjutan," ujar Hosianna.
Langkah bank sentral terlihat dari penyesuaian ambang batas pembelian valuta asing non-aset pokok menjadi 10.000 dolar AS per bulan.
Transfer valuta asing keluar juga dibatasi menjadi 25.000 dolar AS mulai 1 Juli.
>>> Brasil Istirahatkan Neymar Demi Hadapi Laga Krusial Melawan Skotlandia
Selain itu, transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) terus ditingkatkan untuk mendukung penyaluran pinjaman ke sektor prioritas. BI juga mempercepat digitalisasi sistem pembayaran dan memperdalam pasar keuangan.
"Dikombinasikan dengan kebijakan fiskal yang ekspansif, langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga prospek pertumbuhan dan inflasi Indonesia pada tahun 2026 tetap konstruktif," ujar dia.
Sejak Mei 2026, BI telah menaikkan suku bunga acuan hingga 100 basis poin.
Dalam RDG pada 19-20 Mei 2026, BI Rate naik 50 bps, penyesuaian pertama setelah dipertahankan di level 4,75 persen sejak September 2025.
Nilai tukar rupiah terus melemah hingga menyentuh level Rp18.000-an per dolar AS.
BI kemudian menaikkan BI Rate 25 bps melalui RDG Mingguan pada 9 Juni 2026 di luar jadwal reguler.
>>> Kemen-UMKM: Ekonomi Digital RI Terbesar di ASEAN, Peluang UMKM Naik Kelas
Terbaru pada Kamis (18/6) melalui RDG Bulanan, bank sentral memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps.
Update Terbaru
Iran: Pelayaran di Selat Hormuz Tetap Perlu Koordinasi dengan Teheran
Jumat / 19-06-2026, 01:32 WIB
Teboho Mokoena Dipastikan Absen Lawan Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 01:30 WIB
Tears on a Withered Flower Chapter 107: Jadwal Rilis, Spoiler, dan Cara Baca
Jumat / 19-06-2026, 01:29 WIB
Republik Ceko dan Afrika Selatan Imbang 1-1 di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 01:29 WIB
Uni Eropa Pertimbangkan Cabut Sanksi Nuklir Iran Jika Ada Kesepakatan
Jumat / 19-06-2026, 01:28 WIB
Pelatih Afrika Selatan Protes Sanksi Themba Zwane Jelang Lawan Ceko
Jumat / 19-06-2026, 01:25 WIB
Iran dan Kuwait Bahas Nota Kesepahaman Teheran-Washington
Jumat / 19-06-2026, 01:25 WIB
Iran dan Prancis Bahas Keamanan Navigasi di Selat Hormuz
Jumat / 19-06-2026, 01:24 WIB
Pria Florida Ditangkap karena DUI dengan 34 Kaleng White Claw Terbuka di Mobil
Jumat / 19-06-2026, 01:21 WIB
Pahami Doa Kurban Idul Adha dan Tata Cara Penyembelihan Sesuai Syariat
Jumat / 19-06-2026, 01:10 WIB
Jorge Martin Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Kecelakaan Tes MotoGP Catalunya
Jumat / 19-06-2026, 01:09 WIB
Luca Marini Bantu Johann Zarco Usai Kecelakaan Mengerikan di MotoGP Catalunya
Jumat / 19-06-2026, 01:09 WIB
Aldi Satya Mahendra Finis Keempat pada World Supersport Ceko
Jumat / 19-06-2026, 01:09 WIB
PKB Harap PDIP Bersikap Tegas soal Posisi Politik
Jumat / 19-06-2026, 01:09 WIB






