Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali tertekan pada akhir perdagangan Kamis (18/6/2026). Mata uang Garuda gagal mempertahankan penguatan yang sempat terjadi di awal sesi.

Berdasarkan data Investasi, rupiah ditutup pada level Rp 17.794 per dolar AS. Angka ini melemah 0,18% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.762 per dolar AS.

>>> Thomas Tuchel Coret Trent Alexander-Arnold dari Skuad Inggris

Sebelumnya, rupiah sempat menguat hingga menyentuh Rp 17.725 per dolar AS.

Sentimen positif itu muncul setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75%.

Mata Uang Asia Lainnya

Pelemahan juga melanda sebagian besar mata uang Asia hingga pukul 15.00 WIB. Ringgit Malaysia menjadi yang terburuk dengan koreksi 1,03% terhadap dolar AS.

>>> Bulog Sulteng Salurkan Bantuan Logistik Pangan untuk Korban Gempa Sigi

Won Korea Selatan merosot 1,02% dan peso Filipina tertekan 0,32%.

Baht Thailand terkoreksi 0,09%, sementara dolar Taiwan turun 0,03% dan dolar Hong Kong tergelincir 0,02%.

Yuan China melemah tipis 0,01% terhadap greenback.

>>> Carlos Franca Resmi Tinggalkan Persijap Jepara

Di sisi lain, rupee India justru menguat 0,29% menjadi yang tertinggi di Asia, diikuti yen Jepang dan dolar Singapura yang naik tipis.