Bursa saham utama London bergerak menguat pada Rabu (17/6/2026) setelah data inflasi domestik Inggris secara mengejutkan bertahan di angka 2,8 persen pada bulan Mei.

Indeks blue-chip FTSE 100 ditutup naik 0,14 persen ke level 10.508,61 poin, sementara indeks midcap FTSE 250 bertambah 0,16 persen.

in1

>>> Polsek Pinggir Tangkap Empat Pengedar Sabu di Bengkalis dan Siak

Data dari Office for National Statistics (ONS) menunjukkan indeks harga konsumen Inggris tidak berubah dari bulan April, meleset dari perkiraan konsensus ekonom yang memprediksi kenaikan hingga 3,0 persen.

Kondisi ini memicu pelaku pasar untuk memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of England (BoE) menjelang keputusan moneter yang dijadwalkan pada Kamis.

Sektor Perbankan dan Properti Jadi Pendorong

Sektor perbankan menjadi pendorong terbesar bagi indeks FTSE 100 dengan penguatan Barclays sebesar 3,4 persen.

Saham-saham pembangun rumah seperti Persimmon, Standard Chartered, Barratt Redrow, dan Berkeley juga mencatat kenaikan.

Di sisi lain, pergerakan pasar tertahan oleh penurunan harga minyak mentah Brent ke bawah 80 dolar AS per barel, yang menyeret saham raksasa energi BP dan Shell masing-masing turun 1,6 persen dan 1 persen.

Para pelaku pasar global saat ini juga mengalihkan perhatian pada keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, yang dipimpin oleh ketua barunya, Kevin Warsh.

Menanggapi ketidakpastian kebijakan moneter AS, Chris Beauchamp, Chief Market Analyst IG, mengatakan bahwa pemimpin baru berarti pasar menghadapi ketidakpastian untuk kebijakan moneter AS, dan reli pekan lalu terus mereda.

Sementara itu, perkembangan geopolitik global turut memengaruhi harga komoditas utama, terutama setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan G7.