Pakar Ungkap Dampak Positif dan Negatif Video Game bagi Anak Laki-laki
Popularitas video game memicu kekhawatiran orang tua terhadap tumbuh kembang anak laki-laki. Banyak orang tua ragu mengizinkan anak bermain game online.
Permainan daring kini masif menargetkan anak-anak dengan berbagai pilihan, gratis maupun berbayar. Akibatnya, anak sering lebih memilih bermain game daripada bersosialisasi langsung.
>>> PT Diastika Biotekindo Tbk Siapkan Rp15 Miliar untuk Buyback Saham
Meski demikian, sejumlah pakar dan penelitian menunjukkan bahwa video game tidak selalu berdampak buruk. Aktivitas ini memiliki manfaat sosial meski tidak secara langsung.
Anak laki-laki dengan keterbatasan sosialisasi langsung cenderung memilih game untuk memenuhi kebutuhan sosial. Interaksi dalam game dinilai lebih mudah diakses.
Game berbasis dunia terbuka seperti Minecraft dapat melatih kreativitas dan pemecahan masalah. Jenis game ini juga meningkatkan perkembangan kognitif dan kerja sama tim.
Pendampingan orang tua yang baik membuat anak laki-laki gemar bermain game lebih unggul dalam menyelesaikan masalah di bidang tertentu.
McGee menuturkan bahwa permainan online bagus untuk mempertajam kemampuan ini.
Dampak Negatif yang Perlu Diwaspadai
Kekhawatiran orang tua terhadap konten game dapat membuka ruang komunikasi sehat dengan anak. Orang tua perlu memahami jenis permainan yang dimainkan anak.
Jika ditemukan konten tidak pantas, orang tua dapat menegur dan memberi nasihat. Pembatasan durasi bermain juga perlu dilakukan melalui komunikasi yang baik.
Orang tua disarankan memberi pembagian waktu seimbang antara belajar dan bermain game, misalnya 30 menit belajar dan 20 menit bermain.
>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 20 – 21 Juni 2026
Usia tepat mengenal video game adalah di atas 10 tahun dengan pengawasan ketat.
Di sisi lain, pakar mengingatkan efek negatif seperti risiko kecanduan karena video game dirancang memacu adrenalin. Fitur pembelian dalam game juga memicu sifat adiktif anak dalam mengeluarkan uang.
Update Terbaru
Harga iPhone 15 Turun Hingga Rp2,5 Juta di iBox per Mei 2026
Jumat / 19-06-2026, 05:26 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.794 Per Dolar AS di Tengah Kenaikan BI Rate
Jumat / 19-06-2026, 05:26 WIB
Mandiri Jogja Marathon 2026 Dongkrak Perekonomian Daerah Yogyakarta
Jumat / 19-06-2026, 05:26 WIB
Portugal Ditahan Imbang RD Kongo pada Babak Pertama Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 05:26 WIB
Estimasi Biaya Tol dan BBM Hyundai Stargazer Rute Jakarta-Yogyakarta
Jumat / 19-06-2026, 05:25 WIB
Bahlil Buka Peluang Revisi Harga Batu Bara DMO untuk PLN
Jumat / 19-06-2026, 05:25 WIB
Inaplas Keluhkan Gangguan Listrik di Kawasan Industri
Jumat / 19-06-2026, 05:25 WIB
Panduan Lengkap Mengurus SHM Tanah Mandiri di BPN
Jumat / 19-06-2026, 05:25 WIB
Pemerintah Resmi Ganti PPDB dengan SPMB untuk Masuk SMP Negeri
Jumat / 19-06-2026, 05:24 WIB
Bangkai Kapal Neraka Hofuku Maru Ditemukan di Perairan Filipina
Jumat / 19-06-2026, 05:24 WIB
Wall Street Pulih Usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Jumat / 19-06-2026, 05:24 WIB
CEO Danantara: Kredit UMKM Harus Tetap Terjaga Meski BI Rate Naik
Jumat / 19-06-2026, 05:24 WIB
Morgan Oey dan Nirina Zubir Resmi Jadi Duta FFI 2026
Jumat / 19-06-2026, 05:23 WIB
Memahami Perbedaan Investasi Emas dan Perak untuk Strategi Finansial
Jumat / 19-06-2026, 05:22 WIB






