Pasar saham Wall Street mengalami pemulihan signifikan pada Jumat, 19 Juni 2026, setelah kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran memicu optimisme pemulihan jalur Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan Bloombergtechnoz, indeks S&P 500 naik sekitar 1 persen dan risiko inflasi global menurun.

in1

>>> Timnas Kanada Dukung Penuh Jonathan David Hadapi Qatar

Kesepakatan sementara tersebut memungkinkan pengiriman barang di Selat Hormuz kembali berjalan setelah AS mengakhiri blokade, yang kemudian dilanjutkan dengan negosiasi program nuklir Teheran.

Indeks produsen cip mencapai rekor tertinggi, dipimpin oleh lonjakan saham Intel Corp. setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kolaborasi dengan Apple Inc. untuk produksi semikonduktor dalam negeri.

Langkah perdamaian ini langsung berdampak positif pada pergerakan saham dan obligasi di pasar global karena meredanya kekhawatiran terhadap lonjakan suku bunga Federal Reserve.

"Kemajuan menuju pelepasan pasokan minyak dari Teluk Persia telah mendukung harga saham," kata Ian Lyngen, analis BMO Capital Markets.

Penurunan biaya energi juga berkontribusi langsung pada berkurangnya tekanan inflasi di masa mendatang.

>>> Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, dan Pisces: Deteksi Peluang Usaha Hari Ini

"Biaya energi yang lebih rendah juga telah mengurangi kekhawatiran inflasi ke depan dan menyebabkan penurunan yang signifikan pada imbal hasil obligasi Treasury jangka panjang," ujar Ian Lyngen.

Mengenai kebijakan moneter, penurunan biaya energi ini diproyeksikan memberi ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga acuan mereka.

"Pandangan saya tetap bahwa inflasi akan melambat secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang, dan ini mungkin memungkinkan The Fed untuk mempertahankan pengaturan kebijakan saat ini daripada menerapkan pengetatan baru," kata Fawad Razaqzada, analis Forex.

com.

>>> AS dan Iran Mulai Terapkan Kesepakatan Damai Sementara, Selat Hormuz Kembali Dibuka

Di sisi lain, Bank of England memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga di level 3,75 persen di tengah situasi geopolitik yang membaik.