Kapal Tanker Mulai Lintasi Selat Hormuz Pascaperdamaian AS-Iran
Sejumlah kapal minyak dan gas bumi mulai melintasi Selat Hormuz pada Kamis (18/6/2026).
Pergerakan ini merupakan respons awal industri pelayaran terhadap kesepakatan perdamaian sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
>>> Inter Milan Resmi Perpanjang Kontrak Cristian Chivu hingga 2028
Jalur perairan strategis tersebut sempat mengalami kelangkaan akses selama lebih dari tiga bulan.
Tiga kapal supertanker milik perusahaan negara Arab Saudi, Bahri, terpantau menyalakan sinyal navigasi mereka di Teluk Oman.
Ketiga kapal bernama Shaden, Jaham, dan Awtad itu sebelumnya terjebak di Teluk Persia sejak konflik bersenjata dimulai.
Selain armada Saudi, kapal pengangkut gas alam cair asal Qatar bernama Mraikh dan kapal tanker bahan bakar China bernama Ye Chi juga dilaporkan telah keluar dari selat.
Kapal Mraikh yang disewa oleh QatarEnergy mengarah ke Pelabuhan Qasim di Pakistan. Sementara itu, tujuan kapal Ye Chi yang dikelola anak usaha Cosco Shipping belum menunjukkan arah jelas.
>>> Real Madrid Sepakati Kontrak Enzo Fernandez Hingga 2032
Meskipun aktivitas pelayaran belum sepenuhnya pulih seperti sebelum perang, pelintasan ini membawa sekitar 6 juta barel minyak mentah Saudi.
Para pelaku pasar kini memantau ketat potensi keluarnya gelombang kapal tanker lain yang masih tertahan di kawasan tersebut.
Sebelum kesepakatan damai sementara ditandatangani, terdapat lebih dari 100 kapal tanker minyak yang terjebak di dalam selat. Jumlah itu termasuk sekitar 30 supertanker berkapasitas masing-masing 2 juta barel.
Selama penutupan jalur, pasokan energi global dari Teluk Persia sangat terbatas. Beberapa kapal terpaksa mematikan transponder guna menyamarkan lokasi atau beroperasi atas izin Teheran.
Saat ini para pemilik kapal masih mencari kejelasan operasional mengenai mekanisme pembukaan kembali rute pelayaran tersebut.
>>> Hugo Broos Kritik Gaya Bermain Republik Ceko dan Atmosfer Atlanta Stadium
Pihak broker juga melaporkan adanya perbedaan harga pemesanan kapal yang signifikan antara pemilik armada dan penyewa, ditambah kekhawatiran terhadap ancaman ranjau laut di sepanjang jalur air.
Update Terbaru
OJK Tetapkan Direksi Baru BEI Periode 2026-2030, Fokus pada Reformasi Pasar Modal
Jumat / 19-06-2026, 06:54 WIB
MPMRent Tambah 50 Unit Wuling New BinguoEV Lite untuk Armada Korporasi
Jumat / 19-06-2026, 06:54 WIB
Persija Jakarta Siapkan Anggaran Besar untuk Pelatih Shin Tae-yong
Jumat / 19-06-2026, 06:54 WIB
Pahami Profil Risiko Sebelum Memulai Investasi di Pasar Modal
Jumat / 19-06-2026, 06:54 WIB
InJourney Airports Kembangkan Empat Bandara Sepanjang 2026
Jumat / 19-06-2026, 06:53 WIB
Roberto Martinez Bela Keputusan Mainkan Cristiano Ronaldo Penuh Lawan RD Kongo
Jumat / 19-06-2026, 06:53 WIB
Kesepakatan Damai AS-Iran Berpotensi Perkuat Fiskal dan Investasi Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 06:53 WIB
Swiss Hancurkan Bosnia 4-1 di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 06:53 WIB
Promo I Love J.CO: 6 Paket Spesial Mulai 4 Mei 2026
Jumat / 19-06-2026, 06:52 WIB
Blue Bird Bagikan Dividen Rp166 per Saham, Yield 10%
Jumat / 19-06-2026, 06:52 WIB
IHSG Diprediksi Konsolidasi di 6.100-6.250 Jelang Pengumuman MSCI dan Rebalancing FTSE
Jumat / 19-06-2026, 06:52 WIB
IHSG Diprediksi Konsolidasi Jelang Rebalancing FTSE dan Keputusan MSCI
Jumat / 19-06-2026, 06:52 WIB
Set Golf Bugatti Termahal Tembus Rp1,1 Miliar, Lebih Mahal dari Corvette Baru
Jumat / 19-06-2026, 06:50 WIB
PLN Rombak Jajaran Direksi, Posisi Dirut Tetap Dipegang Darmawan Prasodjo
Jumat / 19-06-2026, 06:50 WIB






