Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran diproyeksikan memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi global serta iklim investasi di Indonesia.

Redanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah ditaksir mampu membuat pergerakan harga minyak dunia menjadi lebih terkendali.

in1

>>> Swiss Hancurkan Bosnia 4-1 di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Situasi kondusif ini memperkuat keyakinan pelaku pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di berbagai negara.

Indikator positif juga terlihat dari penurunan harga minyak mentah dunia serta momentum yang mendukung bagi instrumen pendanaan global saat ini.

Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Sjahrir memberikan pandangannya mengenai situasi geopolitik global tersebut setelah menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.

"Kalau kita bacaannya bila ini sudah peace sebenarnya bagus ya," ujar Pandu Sjahrir.

Pihaknya menambahkan bahwa stabilitas harga minyak dunia menjadi faktor krusial bagi perekonomian domestik.

Kondisi ini diproyeksikan akan memberikan dampak positif yang signifikan pada struktur anggaran negara.

"Kita lihat harga minyak, ada stabilitas ekonomi lebih baik dan berdampak positif ke fiskal kita juga dan perkembangan ekonomi," kata Pandu Sjahrir.

Sentimen positif juga dirasakan pada instrumen pendanaan global, termasuk tingginya minat investor Amerika Serikat terhadap penerbitan obligasi global.

"Ya momentumnya bagus," ujar Pandu Sjahrir.

>>> Promo I Love J.CO: 6 Paket Spesial Mulai 4 Mei 2026

Perkembangan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meresmikan perjanjian damai dengan Iran di Istana Versailles, Prancis.

Kesepakatan tersebut mencakup penghentian pengembangan senjata nuklir, gencatan senjata, hingga pembukaan Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan energi penting dunia.

Langkah diplomasi ini langsung memicu penurunan harga minyak mentah Brent kontrak Agustus sebesar 1,13 persen ke level US$78,65 per barel pada Kamis (18/6/2026).