Penyanyi dan aktris Jennifer Lopez membagikan pengalaman medis menakutkan yang pernah dialaminya. Ia mengaku tubuhnya mendadak lumpuh dan matanya tidak bisa melihat akibat kelelahan ekstrem.

Kisah tersebut diungkapkan J. Lo saat menjadi bintang tamu dalam podcast SmartLess.

in1

>>> IHSG Melemah ke 6.172,34, Tertekan Sentimen Global dan Domestik

Insiden itu terjadi pada tahun 2002, tepat saat ia syuting film thriller Enough.

Aktris berusia 56 tahun itu mengenang bahwa ia memporsir tubuhnya melampaui batas. Ia bekerja selama 98 hari berturut-turut tanpa libur.

"Saya baru saja menyelesaikan syuting empat film berturut-turut. Di saat bersamaan, saya juga merekam album kedua saya, J.

Lo," kenangnya.

"Jadwal saya sangat gila: syuting setiap hari dari pagi sampai malam, lalu lanjut ke studio rekaman tengah malam.

Akhir pekan saya diisi press junket dan syuting video klip."

Sinyal bahaya mulai muncul saat ia bersiap di lokasi syuting Enough. J.

Lo merasakan jantungnya berdegup sangat kencang dan tidak beraturan.

>>> Pengiriman Smartphone Global 2026 Diproyeksi Turun 15 Persen

Ia sempat meminta maaf kepada aktris cilik yang memerankan anaknya karena merasa tubuhnya sangat lelah. Kondisinya memburuk saat ia kembali ke trailer pribadi.

"Begitu saya duduk, tiba-tiba pandangan saya gelap. Saya tidak bisa melihat dengan jelas, dan saya sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuh," cerita J.

Lo.

Dalam keadaan panik, ia memberi tahu asistennya bahwa ia mengalami kebutaan dan kelumpuhan mendadak. Sang asisten sempat mengira ia bercanda, hingga menyadari keseriusan situasi.

J. Lo kemudian digendong petugas keamanan ke mobil dan dilarikan ke rumah sakit.

Tim medis mendiagnosisnya mengalami exhaustion atau kelelahan total akibat stres fisik dan mental.

"Saya bertanya kepada dokter, 'Apakah saya sudah gila?' Dokter menjawab, 'Tidak, tubuhmu hanya shutdown karena terlalu lelah,'" ujarnya.

Insiden traumatis itu menjadi pelajaran berharga bagi sang diva. Kini ia jauh lebih peduli dan menjaga kesehatan dirinya sendiri.

>>> Honda Ubah Strategi Global, Fokus ke Teknologi Hybrid

Gaya hidupnya berubah total setelah ia melewati fase refleksi diri. Ia lebih fokus pada penyembuhan dan mencintai diri sendiri.